Perak XAGUSD rebound mendekati $65 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah; analisa teknikal menunjukkan bias bearish jangka pendek

Perak XAGUSD rebound mendekati $65 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah; analisa teknikal menunjukkan bias bearish jangka pendek

Signal XAG/USDSELL
Open65.000
TP63.500
SL66.000
trading sekarang

Perak XAGUSD rebound mendekati level sekitar 65.00 dolar AS pada sesi perdagangan Eropa, setelah sempat mencapai level terendah dua bulan di sekitar 63.45. Gejolak di Timur Tengah kembali menjadi fokus pasar, karena kekhawatiran akan eskalasi memicu volatilitas harga logam mulia. Para trader mengevaluasi dampak jangka pendek terhadap permintaan safe haven dan arus risiko global.

Serangan balasan CENTCOM terhadap fasilitas pertahanan udara Iran dan respons Iran dengan serangan rudal meningkatkan risiko geopolitik. Pasar juga menilai dampak potensial terhadap inflasi global dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Keputusan Fed yang lebih hawkish tetap menjadi faktor utama yang menekan logam non-yield seperti perak.

Menjelang rilis data CPI AS untuk Mei, perhatian pasar tertuju pada angka inflasi yang bisa memperkuat pergerakan imbal hasil dan kebijakan suku bunga. Analis menyatakan bahwa rilis CPI bisa memicu volatilitas lebih lanjut pada XAGUSD jika angka-angka tersebut menggugah proyeksi kebijakan FED. Menurut Cetro Trading Insight, meskipun ada rebound, kontrol teknikal tetap terlihat lemah dalam jangka pendek.

Harga perak masih menunjukkan bias bearish jangka pendek. Pergerakan berada di bawah EMA 20 hari sekitar 72.89, menandakan tekanan jual masih dominan ketika tetap di bawah level dinamis kunci. Struktur teknikal saat ini memperlihatkan bahwa pembeli belum mampu menguasai area loncatan penting.

RSI berada di sekitar 32, mendekati wilayah oversold, menandakan peluang rebound mungkin terbatas tanpa sinyal pembalikan yang kuat. Meski demikian, jika harga berhasil menembus kembali di atas EMA 20 hari, peluang pemulihan yang lebih luas bisa terbuka dan memperjauh jarak dari tekanan bearish.

Level resistance pertama berada di sekitar EMA 20 hari, sekitar 72.90, yang menjadi target pembeli untuk mengamankan pembalikan. Di sisi bawah, support terdekat terlihat di sekitar 61.01 jika momentum turun berlanjut, sementara skenario masuk ke level tersebut perlu dipertimbangkan dengan cermat.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran memberi kontribusi pada risiko pasar, termasuk harga minyak dan ekspektasi inflasi. Peningkatan risiko ini cenderung mendukung sikap berhati-hati terhadap perak dan berpotensi mendorong ketidakpastian jangka pendek.

Rencana perdagangan yang diusulkan adalah short position dengan open sekitar 65.0, take profit di 63.5, stop loss di 66.0, menghasilkan rasio risiko terhadap imbalan sekitar 1:1.5. Strategi ini sejalan dengan panduan manajemen risiko dan fokus pada potensi kegagalan pergerakan ke atas.

Menjelang rilis CPI Mei, dinamika kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor penentu arah. Tim Cetro Trading Insight menyarankan memantau angka CPI secara dekat dan mengelola posisi sesuai pergerakan harga serta data makro yang keluar nantinya.

banner footer