
Perak XAG/USD turun hampir 2% di sesi Asia, mendekati $66.50. Sentimen ini dipicu ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish setelah data Nonfarm Payrolls AS Mei yang lebih kuat dari estimasi. Pasar menilai bahwa probabilitas adanya satu atau lebih kenaikan suku bunga pada tahun ini meningkat secara signifikan.
Data NFP menunjukkan pertumbuhan 172 ribu pekerjaan pada Mei, lebih tinggi dari estimasi 85 ribu. Revisi data April naik menjadi 179 ribu dari 115 ribu. Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap inflasi tetap tinggi karena harga energi yang tinggi dan tekanan biaya produksi di berbagai sektor.
Sejumlah analis menilai bahwa imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset non-yielding seperti perak. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk menggambarkan dampak kebijakan moneter dan gejolak pasar secara lebih jelas. Investor juga memantau potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang bisa menambah volatilitas harga logam mulia.
XAG/USD saat ini berada di sekitar $66.50 dan berada nyaris di bawah EMA 20-hari di sekitar $74.44, menjaga bias jangka pendek tetap bearish. Indikator RSI berada di sekitar 33.6, mendekati wilayah oversold dan menunjukkan bahwa momentum penurunan masih ada meski tekanan bisa mereda sementara.
Resistensi utama berada pada EMA 20-hari di 74.44; jika para bulls berhasil menembus level ini, peluang pemulihan bisa muncul. Namun fokus saat ini adalah pergerakan turun lebih lanjut menuju support sekitar 61.01, dengan potensi menuju 60.00 jika penurunan berlanjut.
Untuk rencana perdagangan, posisi short bisa dibuka pada harga sekitar 66.50 dengan target keuntungan di 60.00 dan stop loss di 68.50. Rasio risiko-imbalan mencapai sekitar 1:3.25, memenuhi standar minimal 1:1.5. Pergerakan harga akan sangat bergantung pada data CPI AS dan dinamika geopolitik, sehingga manajemen risiko tetap penting.
| Level | Nilai |
|---|---|
| Harga Saat Ini | 66.50 |
| EMA 20-hari | 74.44 |
| Target (TP) | 60.00 |
| Stop Loss (SL) | 68.50 |