
Harga perak XAG/USD turun lebih dari 5% menuju sekitar $79,00 pada sesi perdagangan Eropa, setelah lonjakan imbal hasil obligasi AS meningkat. Pemulihan hubungan dagang AS–China dan ekspektasi bahwa kebijakan Fed tidak akan terlalu dovish menambah kekuatan dolar AS. Kondisi itu membuat logam putih tertekan karena investor mengalihkan ke aset berimbal hasil lebih tinggi.
Imbal hasil 10-tahunan AS melonjak sekitar 1,66% menjadi 4,53%—level tertinggi dalam hampir setahun—mengurangi daya tarik aset non‑yield. Pasar juga menilai kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga sekitar 3,50%–3,75% lebih lama meski beberapa peluang kenaikan tetap ada. Perubahan ini memperkuat tekanan pada perak yang biasanya menarik bagi pelaku yang mencari diversifikasi tanpa imbal hasil.
Dolar indeks AS (DXY) mencapai puncak dua minggu sekitar 99,20, memicu arus keluar dari logam mulia berimbal hasil seperti perak. Tim analis Cetro Trading Insight menyoroti bahwa penguatan dolar mengurangi daya tarik logam non-yield yang sering dipakai sebagai lindung nilai. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan dan dolar menjadi faktor utama di balik penurunan harga perak saat ini.
Secara teknikal, perak diperdagangkan mendekati $79,00 dengan penurunan tajam sejak pembukaan sesi. Harga masih berada sekitar 20-day exponential moving average (EMA) di $79,26, yang mencerminkan nada jangka pendek yang cenderung netral pasca koreksi. Narasi teknis menunjukkan bahwa arah lebih jelas belum muncul meskipun kejutan harga terakhir sudah mencapai level penting.
Indeks kekuatan relatif (RSI) berada di sekitar 50,54 di garis tengah, menunjukkan kehilangan arah yang jelas daripada dorongan bearish ataupun bullish yang kuat. Tekanan teknis yang seimbang membuat peluang untuk gerak lanjut tidak pasti dan memerlukan konfirmasi dari level lain. Trader disarankan menunggu sinyal konfirmator sebelum mengambil posisi.
Dukungan terdekat terlihat pada zona tren naik sekitar $75,83, dan jika harga menembusnya, penurunan dapat berlanjut menuju sekitar $70,00. Di sisi atas, tertinggi akhir Mei sekitar $89,38 menjadi level halangan utama yang perlu diwaspadai. Bagi para analis, pergerakan di sekitar EMA dan level kunci ini memberikan gambaran potensi rentang harga dalam beberapa sesi ke depan.
Ke depan, rilis data inflasi AS dan dinamika kebijakan moneter global tetap menjadi kunci bagi arah perak. Pasar menilai bahwa kemungkinan Fed mengubah jalur kebijakannya tetap tipis, meski tekanan inflasi masih membayangi. Sinyal pasar internasional juga membentuk lingkaran volatilitas yang saat ini menambah ketidakpastian harga logam.
Seiring dengan ketidakpastian tersebut, strategi trading yang lebih konservatif direkomendasikan karena peluang pergerakan harga segera berubah. Dengan skenario netral saat ini, tidak ada sinyal beli atau jual yang tegas dari informasi yang tersedia. Pelaku pasar sebaiknya mengandalkan level harga kunci dan manajemen risiko.
Tim editorial Cetro Trading Insight menekankan pentingnya menjaga eksposur risiko melalui pembatasan ukuran posisi dan penggunaan stop loss bila harga bergerak menembus level kritis. Meski peluang retest area atas masih ada, ketidakpastian kebijakan fiskal dan dolar dapat mempertahankan volatilitas. Untuk pembaca, rangkuman analisis tetap menekankan kehati-hatian dan evaluasi berkelanjutan terhadap data ekonomi utama.