
Harga perak XAGUSD melemah mendekati $58.60 pada sesi perdagangan Eropa, tertimpa kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat selama akhir pekan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi dunia. Kondisi ini memperkuat tekanan pada logam mulia yang sensitif pada sentimen risiko dan prospek inflasi.
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tanggung jawab atas Selat Hormuz berada pada Tehran dan memperingatkan bahwa upaya melanggar jalur pilihan akan memicu ketegangan lebih lanjut. Namun kemudian kedua negara sepakat untuk gencatan senjata dan melanjutkan pembicaraan di Oman pada hari Selasa, meredam ketegangan jangka pendek.
Sambil geopolitik bergejolak, investor menatap data Nonfarm Payrolls NFP AS untuk Juni yang akan dirilis Kamis. Data yang lebih kuat bisa memperkuat pandangan kenaikan suku bunga, sedangkan data lemah dapat menambah tekanan bagi logam berharga ini. Secara umum, dinamika harga perak tetap bergantung pada arah inflasi global dan kebijakan moneter bank sentral.
XAGUSD turun sekitar $58.60, menunjukkan bias menurun dalam jangka pendek. Harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari sekitar $65.37, menandakan rebound cenderung bersifat korektif selama tren penurunan dominan.
Rasio kekuatan relatif RSI berada di sekitar 31.85 mendekati wilayah oversold, yang mengindikasikan momentum penurunan masih kuat meski ada potensi pembalikan jangka pendek. Analisis ini menggarisbawahi bahwa peluang rebound bisa terjadi tetapi hanya bersifat sementara tanpa perubahan tren yang lebih luas.
Level resistensi utama berada di sekitar rendah 23 Maret di $61.01, diikuti EMA 20 hari di $65.37. Sisi bawah, jika harga mampu menembus di bawah rendah 24 Juni di $55.63, berpotensi mengundang penurunan lebih lanjut menuju sekitar $50 secara psikologis.
Dinamika geopolitik dan tekanan inflasi menambah risiko bagi harga perak, sehingga pergerakan selanjutnya tetap berada di wilayah volatil. Investor perlu memahami bahwa perak cenderung sensitif terhadap sentimen risiko dan data inflasi global.
Dari sisi strategi, analisis teknikal menunjukkan potensi jual dengan target sekitar $50 dan stop loss di sekitar $61.50 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Rasio risiko-imbalan yang diinginkan lebih dari 1:1.5, sehingga investor perlu memastikan ukuran posisi sesuai dengan toleransi risiko.
Untuk jangka menengah, pendekatan bertahap dengan ukuran posisi yang moderat disarankan. Tetap pantau perkembangan ekosistem energi serta rilis data ekonomi utama karena keduanya bisa mengubah arah pergerakan harga secara signifikan.