Ryan McKay dari TD Securities menyoroti pergeseran fundamental pasar minyak, menandai perubahan signifikan dalam faktor-faktor inti yang bisa mempengaruhi pergerakan harga. Analisisnya menyoroti bahwa pelonggaran fundamental jangka pendek berpotensi menekan harga minyak mentah secara moderat. Meskipun risiko geopolitik tetap membentuk volatilitas, arah utama pasar saat ini cenderung melemah dalam kerangka waktu dekat.
Laporan tersebut memperkirakan pelonggaran fundamental dapat menghapus sekitar $2–$3 per barel dari rally terakhir. Dalam skenario itu, backwardation yang agresif sebelumnya diperkirakan mereda. Namun, peristiwa pasokan besar seperti ketidakpastian terkait Iran bisa mengubah dinamika ini dan membatasi penurunan lebih lanjut jika risiko geopolitik meningkat.
Masalah pasokan yang sebelumnya menopang pasar mulai menunjukkan tanda mereda, dengan aliran ekspor dari wilayah kunci pulih. Penempatan pelabuhan Novorossiysk diperkirakan pulih signifikan karena SPM-3 di terminal CPC telah kembali dari pemeliharaan. Selain itu, permintaan jangka pendek juga menyusut karena inventaris kilang di China dilaporkan mengalami penarikan sepanjang Januari, sementara musim perputaran kilang yang mendekat akan mengurangi permintaan dari pengolah.
Peristiwa yang dapat mengubah pasokan besar di Iran akan membalik tren penurunan jika terjadi, meski pelonggaran fundamental bisa memperburuk tekanan jika premi risiko geopolitik turun bersamaan dengan melemahnya faktor-faktor fundamental. Analisis ini menekankan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi variabel penting yang dapat mengubah arah pasar. Investor perlu memantau kedua sisi baik volatilitas geopolitik maupun perubahan pasokan untuk memahami potensi pergeseran harga.