Petrosea Tbk Akuisisi 55% NAS: Perkuat Sinergi Pit-to-Port dan Ekspansi Jasa Pertambangan

Petrosea Tbk Akuisisi 55% NAS: Perkuat Sinergi Pit-to-Port dan Ekspansi Jasa Pertambangan

trading sekarang

Dalam langkah ekspansi yang mengubah lanskap industri jasa tambang Indonesia, Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan akuisisi mayoritas terhadap Nusantara Arung Samudera (NAS). Laporan ini disampaikan sebagai bagian dari praktik pasar modal yang transparan, dan Cetro Trading Insight menilai aksi ini sebagai tonggak penting bagi portofolio perseroan. Upaya ini dinilai akan memperluas jangkauan layanan dan memperkuat posisi Petrosea di sektor logistik tambang.

Transaksi dilakukan melalui entitas anak PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS) pada 24 Februari 2026, dengan pembelian 45% saham Karen Nathani dan 10% saham Maifian Juni Candra dari modal NAS, senilai Rp550 juta. Struktur pembelian menunjukkan komitmen besar dari perseroan untuk menguasai aset strategis NAS. Pasca transaksi, PSS menjadi pemegang saham mayoritas NAS sebesar 55%.

Sebagai hasilnya, kepemilikan NAS berubah menjadi PSS 550 juta lembar saham (55%), Adamas Indonesia Energi 315 juta saham (31,5%), dan Wisesa Maritim Nusantara 135 juta saham (13,5%). PSS adalah entitas anak PTRO dengan kepemilikan lebih dari 99% secara tidak langsung, sementara NAS bergerak di bidang layanan kepelabuhanan laut. Aksi ini menandai pergeseran penting dalam struktur ekosistem operasional perseroan di sektor jasa pertambangan dan logistik.

Manajemen menilai akuisisi ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port, sejalan dengan strategi ekspansi perseroan di sektor jasa pertambangan dan logistik. Dengan memasukkan NAS ke dalam portofolio, aliran material dapat lebih efisien dari tambang menuju pelabuhan. Langkah ini juga menegaskan fokus perseroan pada efisiensi biaya dan peningkatan layanan kepada klien industri.

Transaksi NAS mencerminkan upaya konsolidasi layanan kepelabuhanan untuk memperlancar pengiriman material tambang dan mineral melalui sistem logistik terintegrasi. Para eksekutif menegaskan bahwa sinergi vertikal akan memperkecil hambatan operasional dan meningkatkan kemampuan ekosistem perseroan. Inisiatif sejalan dengan pola ekspansi yang telah dilakukan PTRO sebelumnya melalui akuisisi serupa.

Selain NAS, kabar terkait aksi PSA yang mengambil 55% saham Vista Maritim Asia (VMA) juga menyoroti strategi konsolidasi rantai pasok perseroan. Kombinasi akuisisi ini dipandang memperkuat kendali operasional di segmen kepelabuhanan laut dan logistik, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan.

Implikasi bagi Kinerja Perseroan dan Prospek Pasar

Tim manajemen melihat dampak positif terhadap kinerja operasional PTRO melalui peningkatan kapasitas layanan dan efisiensi biaya yang didorong oleh integrasi NAS. Prospek pendapatan diperkirakan meningkat sejalan dengan peningkatan kontrak layanan kepelabuhanan dan logistik. Keputusan strategis ini dipandang sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan.

Namun, integrasi lintas perusahaan membawa risiko terkait sinergi, terutama terkait sinkronisasi sistem, budaya perusahaan, dan kepatuhan regulasi. Perpaduan kultur organisasi antara entitas yang berbeda bisa menjadi hambatan jika tidak dikelola dengan baik. Manajemen menekankan perlunya tata kelola yang ketat untuk memaksimalkan hasil sinergi.

Untuk investor, prospek jangka panjang tampak positif jika rencana pit-to-port dapat dieksekusi secara efektif, meskipun dinamika pasar jasa logistik akan mempengaruhi volatilitas harga saham. Pasar akan memantau kinerja operasional pasca-akuisisi dan bagaimana integrasi rantai pasok mempengaruhi margin. Rekomendasi masuk akal adalah menilai perubahan portofolio perusahaan secara berkala.

broker terbaik indonesia