Analisis dari Deutsche Bank menunjukkan bahwa aktivitas di Zona Euro melambat meski indikator PMI komposit masih berada di atas ambang ekspansi 50. Angka PMI komposit zona euro turun menjadi 10 bulan terendah, sekitar 50,5, sedangkan yang diperkirakan 51,0. Survei detail juga menyoroti kenaikan biaya input, yang mengisyaratkan tekanan inflasi berkelanjutan. Data ini memberi sinyal bahwa kinerja ekonomi tidak lagi kuat meskipun tidak memasuki fase kontraksi.
Di saat yang bersamaan, pembacaan flash PMI global menunjukkan perlambatan ekonomi secara luas akibat dampak konflik di Timur Tengah. Zona euro mencatat PMI 50,5 dan AS 51,4, keduanya masih di atas 50, menandakan ekspansi meski melambat. Narasi ini mengandung pesan bahwa perekonomian besar belum masuk zona kontraksi, meskipun momentum pertumbuhan menurun dari jalur pra-konflik.
Pasar menilai bahwa dinamika ini meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga ECB pada pertemuan mendatang. Market pricing menunjukkan peluang sekitar 86 persen bahwa ECB akan menambah suku bunga, meskipun tekanan inflasi terlihat meningkat dari sisi biaya input. Laporan ini menekankan betapa volatilnya imbal hasil dan fokus pada kebijakan menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
PMI membunyikan sinyal mengenai tekanan harga input yang meningkat tajam. Di zona euro, seri harga input komposit menunjukkan lonjakan tertinggi sejak Maret 2022, mengindikasikan inflasi yang tetap relevan meski ekspansi ekonomi berlanjut. Peningkatan ini memicu diskusi mengenai jalur kebijakan moneter dan dampaknya terhadap daya beli rumah tangga.
Di pasar obligasi, kerugian cenderung konsisten di kedua sisi Atlantik karena kenaikan harga minyak dan data PMI yang memperbarui kekhawatiran inflasi lebih lanjut. Investor menilai bahwa volatilitas tersebut bisa menekan harga obligasi dan mendorong ekspektasi bunga lebih tinggi untuk meredam tekanan biaya produksi. Respons pasar menyiratkan perlunya manajemen risiko bagi para investor jangka menengah.
Kepala riset di beberapa institusi menekankan bahwa pergerakan imbal hasil selaras dengan perubahan ekspektasi kebijakan. Menurut laporan yang dirilis oleh Cetro Trading Insight, probabilitas kenaikan ECB di April meningkat tajam hingga sekitar 86 persen, memicu pergeseran sentimen pasar. Pasar valuta asing merespons dengan peningkatan premi risiko dan fluktuasi lebih besar pada pasangan mata uang utama.