Poundsterling Tertekan ke 215.95 versus Yen Setelah Rilis Data Tenaga Kerja Inggris

Poundsterling Tertekan ke 215.95 versus Yen Setelah Rilis Data Tenaga Kerja Inggris

Signal GBP/JPYSELL
Open215.950
TP213.950
SL217.150
trading sekarang

Nilai tukar Poundsterling (GBP) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan terhadap Yen Jepang (JPY) menyusul rilis data pasar tenaga kerja Inggris terbaru untuk periode tiga bulan yang berakhir pada bulan Juni. Pasangan mata uang GBPJPY merosot mendekati level 215.95 karena para pelaku pasar merespons rilis data tersebut secara hati-hati. Meskipun ada beberapa indikator yang menunjukkan ketahanan, perlambatan penciptaan lapangan kerja baru memicu kekhawatiran mengenai momentum pemulihan ekonomi Inggris ke depan.

Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan bahwa ekonomi Inggris hanya berhasil menciptakan 83.000 lapangan kerja baru, jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencapai 147.000 pekerjaan pada kuartal yang berakhir di bulan Mei. Selain itu, Tingkat Pengangguran ILO bertahan stabil di level 4,9%, meleset dari ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan ke angka 4,8%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Inggris mulai mendingin setelah periode pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Namun demikian, pertumbuhan upah masih menunjukkan tanda-tanda kekakuan yang dapat menyulitkan langkah bank sentral. Rata-rata pendapatan rata-rata tidak termasuk bonus tumbuh lebih cepat sebesar 3,5% secara tahunan (YoY), mengungguli estimasi pasar dan data sebelumnya yang berada di angka 3,4%. Sementara itu, pendapatan rata-rata termasuk bonus tumbuh sesuai proyeksi yaitu 4,1%, melambat dari revisi naik periode sebelumnya sebesar 4,4%, yang mencerminkan dinamika upah yang masih sangat diawasi ketat oleh otoritas moneter.

Para investor kini bersiap menghadapi volatilitas yang lebih tinggi pada Poundsterling menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris yang dijadwalkan pada hari Rabu. Data inflasi ini dinilai sangat krusial karena akan memberikan petunjuk yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Bank of England (BoE) selanjutnya. Ekspektasi pasar memproyeksikan bahwa inflasi utama (headline CPI) Inggris akan mengalami akselerasi ke level 2,9% secara tahunan dari angka 2,6% pada bulan Juni.

Sebaliknya, inflasi inti yang mengecualikan komponen bergejolak seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau diperkirakan akan melambat tipis ke level 2,5% dibandingkan dengan rilis sebelumnya sebesar 2,6%. Perbedaan arah antara inflasi utama dan inflasi inti ini menimbulkan dilema tersendiri bagi para pengambil kebijakan. Jika inflasi utama terakselerasi terlalu cepat, BoE mungkin terpaksa mempertahankan sikap restriktif mereka lebih lama dari yang diperkirakan oleh pasar keuangan.

Analisis dari tim riset Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa data inflasi yang akan datang ini akan memegang peran kunci dalam menentukan apakah BoE memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan. Saat ini, konsensus pasar memperkirakan bahwa Bank of England kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan mereka di level saat ini hingga akhir tahun ini. Keputusan untuk menahan suku bunga dirasa realistis mengingat adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang mulai membayangi Inggris.

Di sisi lain pasar global, Yen Jepang masih menunjukkan kinerja yang relatif lemah meskipun pasar keuangan sangat optimis terhadap peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada bulan September. Banyak pelaku pasar menilai bahwa langkah normalisasi kebijakan moneter di Jepang sudah tidak dapat dihindari lagi guna menekan depresiasi Yen yang berkepanjangan. Sentimen hawkish dari otoritas moneter Jepang ini menjadi motor penggerak utama penguatan Yen dalam jangka menengah.

Analis dari MUFG menyoroti bahwa ekspektasi pasar untuk pengetatan moneter lebih lanjut oleh BoJ tetap sangat kuat. Probabilitas untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan September mendatang diperkirakan berada di kisaran 80%. Keyakinan pasar yang tinggi ini memberikan dukungan fundamental yang solid bagi Yen, sehingga membatasi potensi kenaikan pasangan mata uang GBPJPY dalam jangka pendek hingga menengah.

Dengan mempertimbangkan perbedaan prospek kebijakan moneter ini, Cetro merekomendasikan para trader untuk memantau dengan cermat level-level support dan resistance penting pada GBPJPY. Koreksi yang terjadi saat ini membuka peluang perdagangan jangka pendek, terutama dengan memanfaatkan volatilitas menjelang rilis CPI Inggris. Kombinasi dari data ketenagakerjaan Inggris yang mendingin dan prospek kenaikan suku bunga BoJ diperkirakan akan menjaga tekanan jual pada pasangan mata uang ini tetap aktif.

banner footer