TD Securities telah meningkatkan prospek emas secara signifikan, menilai harga emas rata-rata tahunan 2026 sebesar 4.831 dolar per ons. Perkiraan ini melonjak 619 dolar per ons dibandingkan proyeksi sebelumnya. Penilaian ini mencerminkan perubahan dinamika permintaan secara global dan tekanan inflasi yang tetap membebani pasar komoditas.
Selain emas, tim strategi juga merevisi naik proyeksi untuk logam berharga lainnya seperti perak, platinum, palladium, tembaga, aluminium, dan gas alam. Revisi ini dilakukan secara material, menandakan pandangan positif terhadap seluruh kompleks logam berharga. Para analis menyiratkan bahwa daya dorong harga emas mungkin turut didorong oleh sinergi terhadap logam terkait.
Laju proyeksi harga rata-rata untuk kompleks logam berharga telah ditingkatkan secara menyeluruh. Pada bagian pertama 2026, pelaku pasar mengantisipasi harga tertinggi sementara di sekitar 5.400 dolar per ons untuk emas. Proyeksi seperti ini menyoroti momentum bullish jangka menengah meskipun volatilitas pasar bisa tetap ada.
Tidak hanya emas, peninjauan TD Securities juga membawa peningkatan ekspektasi untuk logam berharga lain dalam portofolio mereka. Perak, platinum, palladium, tembaga, aluminium, serta gas alam turut mendapat revisi prospek secara positif. Penilaian yang lebih optimis ini menunjukkan bahwa keseluruhan kelompok logam berharga berada dalam fase pembaruan positif.
Seiring dengan revisi proyeksi, investor mungkin memperhatikan dinamika teknis dan volatilitas harga jangka pendek. Meskipun fokus utama adalah emas, keselarasan antara logam berharga dapat memperkuat arah pasar secara luas. Hal ini juga menambah tekanan pada volatilitas harga komoditas di masa mendatang.
Artikel ini menyertakan catatan bahwa penulisan dibantu alat kecerdasan buatan dan direview oleh editor. Dengan demikian, pembaca dapat menilai bahwa analisis ini berasal dari tim analis yang mengkombinasikan metodologi berdasarkan riset serta verifikasi editorial. Pembaca disarankan untuk membandingkan dengan laporan lain sebelum mengambil keputusan investasi.
Prospek bullish yang diperbarui berpotensi meningkatkan minat pasar terhadap XAUUSD, mengundang kembali fokus pada posisi spekulatif untuk logam mulia terhadap dolar AS. Investor institusional bisa menimbang eksposur yang lebih besar pada logam berharga untuk mendukung portofolio diversifikasi. Namun, keputusan investasi harus mempertimbangkan kerangka waktu serta risiko volatilitas yang mungkin timbul.
Kondisi pasar global yang berubah-ubah dan dinamika suku bunga dapat membentuk arah harga emas dalam beberapa kuartal ke depan. Kondisi tersebut juga bisa memicu variasi spread antara logam berharga, sehingga analisis lintas-logam menjadi penting. Pelaku pasar perlu memantau data inflasi, estimasi pertumbuhan, dan kebijakan bank sentral sebagai pendorong utama.
Singkatnya, prospek 2026 untuk kompleks logam berharga tampak lebih optimis dari sebelumnya. Puncak harga untuk emas di sekitar 5.400 dolar per ons menandakan momentum jangka menengah yang kuat. Meski demikian, risiko volatilitas dan perubahan faktor makro tetap perlu dipertimbangkan sebelum menindaklanjuti rekomendasi trading.