Riset dari Rabobank menyoroti Summary of Economic Projections (SEP) FOMC yang menunjukkan inflasi utama berada di level 2,7% untuk 2026, baik inflasi headline maupun inti (PCE inti). Angka ini menandakan tekanan harga lebih tinggi, namun sinyal kebijakan tetap terjaga karena dot plot tidak mengubah median suku bunga. Akibatnya, pasar menilai lonjakan inflasi bersifat sementara.
Selain itu, dot plot masih memuat satu potongan pada median meski terdapat dispersi pandangan di antara anggota Komite yang lebih hawkish maupun dovish. Proyeksi tingkat netral jangka panjang naik menjadi 3,1%, yang mendukung pandangan bahwa dolar AS tetap relatif kuat dalam konteks kebijakan yang konsisten.
Inflasi diperkirakan tinggi pada 2026 namun diperkirakan turun tajam menuju sekitar 2,2% pada 2027. Hal tersebut menunjukkan respons FOMC terhadap tekanan harga bersifat sementara, sehingga kebijakan bisa tetap berada pada jalurnya meski angka inflasi lebih tinggi.
Meskipun inflasi dan pertumbuhan PDB meningkat, proyeksi median suku bunga untuk 2026–2028 tidak berubah, dan proyeksi tingkat jangka panjang direvisi naik menjadi 3,1% dari 3,0%. Perubahan ini menambah dukungan pada nuansa kebijakan yang relatif lebih ketat dalam jangka menengah.
Plot dot menunjukkan variasi luas pandangan di Komite; beberapa peserta tidak mengharapkan potongan satu kali pada 2026. Hanya jika tiga peserta mengubah pandangan secara signifikan, median proyeksi bisa bergeser menuju pandangan nol potongan.
Rentang proyeksi untuk 2026 berada pada 2,6%–3,6%, dengan pusat proyeksi bergeser ke kisaran 3,1%–3,6%. Perubahan ini menambah tekanan pada dolar dan memberi konteks bagi pasar obligasi serta mata uang utama.
Dinamika kebijakan FOMC memperkuat pandangan bahwa dolar AS bisa tetap didorong oleh prospek suku bunga yang lebih tinggi, terutama jika inflasi dianggap lebih sebagai gangguan sementara. Cetro Trading Insight menilai bahwa garis kebijakan cenderung menjaga dolar pada jalurnya dalam beberapa kuartal mendatang.
Bagi trader, fokus utama adalah bagaimana pernyataan Fed mempengaruhi pasangan mata uang utama. Secara praktis, jika dolar menguat, pasangan seperti EURUSD berpotensi turun karena nilai euro tertekan oleh kekuatan dolar.
Disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dengan prinsip risk-reward minimal 1:1,5. Jika mengambil posisi berdasarkan kerangka fundamental, tetapkan open/target/stop sesuai volatilitas pasar dan tetap awasi rilis data inflasi berikutnya serta komentar kebijakan Fed.