
Puradelta Lestari Tbk, bagian dari Sinarmas Group, menampilkan pemulihan kinerja yang cukup menggebrak pada semester pertama 2026. Angka-angka prapenjualan menunjukkan denyut positif yang jarang terlihat belakangan. Di tengah dinamika pasar properti nasional, lonjakan ini menegaskan bahwa Deltamas mampu memanfaatkan momentum menuju kota industri terpadu. Kinerja ini juga menjadi indikator bahwa strategi produk dan eksekusi proyek berjalan lebih agresif dibandingkan periode sebelumnya.
Presales mencapai Rp1,15 triliun, setara 55% dari target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp2,08 triliun. Angka ini juga menandai lonjakan sekitar 98% dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di Rp580 miliar. Kontribusi utama berasal dari penjualan lahan industri, meskipun perusahaan menegaskan bahwa segmen hunian dan produk komersial juga mencatat progres positif. Melalui data ini, Deltamas menunjukkan kemampuan untuk menggarap berbagai segmen properti sambil menjaga dinamika arus kas.
Direktur & Sekretaris Perusahaan Tondy Suwanto menegaskan bahwa lahan industri tetap menjadi penopang utama kinerja, tetapi semester pertama 2026 juga didorong oleh penjualan produk hunian maupun komersial. Ia menyoroti meningkatnya minat tenant data center, didorong oleh infrastruktur berteknologi tinggi di Deltamas seperti pasokan listrik kapasitas premium, instalasi serat optik dengan redudansi tinggi, serta sistem air bersih dan daur ulang yang handal. Fitur-fitur ini memperkuat argumen bahwa pipeline permintaan data center menjadi katalis tumbuh bagi perseroan. Dalam konteks strategi, perusahaan menekankan upayanya untuk mempertahankan layanan terbaik bagi pelanggan sambil mengembangkan area industri, hunian, dan komersial.
Dalam konteks pengembangan industri, Deltamas semakin menarik bagi tenant data center berkat infrastruktur berteknologi tinggi yang ada. Persoalan listrik dengan kapasitas memadai serta jaringan serat optik berkeandalan tinggi menjadi pendorong utama. Selain itu, fasilitas looping system untuk ketersediaan air bersih maupun air daur ulang serta pusat komando keamanan menambah keyakinan investor terhadap stabilitas operasional kawasan ini.
Menurut Tondy Suwanto, sekitar 70% dari total permintaan lahan industri seluas 85 hektare berasal dari segmen data center, menunjukkan perubahan tren penyewa menuju fasilitas TI kelas atas. Angka ini menggarisbawahi relevansi strategi Deltamas dengan kebutuhan infrastruktur digital yang semakin meningkat. Dengan pipeline yang terfokus pada data center, perseroan berupaya memanfaatkan momentum pertumbuhan sektor data center di Indonesia.
Perseroan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, melalui layanan pelanggan yang lebih baik dan pengembangan berkelanjutan. Komitmen tersebut mencakup pengembangan kawasan industri, hunian, dan area komersial menjadi ekosistem terpadu yang ramah lingkungan serta andal secara operasional. Upaya ini dipandang sebagai fondasi bagi posisi Kota Deltamas sebagai pusat regional di timur Jakarta.
Analyst dan pembaca pasar di Cetro Trading Insight melihat bahwa ekspansi Kota Deltamas sejalan dengan tren urbanisasi serta peningkatan kebutuhan infrastruktur logistik dan teknologi. Proyek dengan fokus pada data center di GIIC memberikan sinyal positif terhadap diversifikasi sumber pendapatan perseroan. Secara keseluruhan, potensi nilai tambah bagi portofolio DMAS tampak menjanjikan jika eksekusi proyek berjalan konsisten.
Namun, artikel ini tidak menguraikan detail harga, katalis finansial jangka pendek, atau perubahan kebijakan yang bisa menjadi pemicu perdagangan. Karena informasi harga dan target risiko tidak tersedia, analisis teknikal perdagangan tidak bisa dilakukan secara konklusif. Oleh karena itu, sinyal perdagangan untuk DMAS dinilai belum ada pada saat ini dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian analisis pasar dari Cetro. Meski demikian, tidak ada rekomendasi beli atau jual khusus untuk DMAS dalam rilis ini. Sinyal perdagangan untuk instrumen terkait DMAS dinilai 'no' hingga adanya konfirmasi harga dan target risiko yang jelas.