QRIS Antarnegara Indonesia–Korea Selatan Resmi Diluncurkan: Pembayaran Digital yang Mengakselerasi Ekonomi Kedua Negara

QRIS Antarnegara Indonesia–Korea Selatan Resmi Diluncurkan: Pembayaran Digital yang Mengakselerasi Ekonomi Kedua Negara

trading sekarang

Langkah yang mengubah lanskap pembayaran lintas negara akhirnya hadir: Bank Indonesia bekerja sama dengan Bank of Korea meluncurkan konektivitas pembayaran QRIS Antarnegara. Ini bukan sekadar inovasi teknis; ini sinyal konkret bahwa ekonomi digital bisa melintasi batas negara tanpa kendala mata uang. Menurut laporan dari Cetro Trading Insight, inisiatif ini juga mencerminkan komitmen untuk inklusi finansial bagi pelaku usaha, UMKM, dan wisatawan yang bertransaksi di ritel maupun digital.

Prinsip teknisnya sederhana namun berdampak: transaksi dilakukan dalam mata uang lokal kedua negara melalui QRIS, tanpa perlu menukar valuta asing terlebih dahulu. Proses settlement dilakukan antar jaringan pembayaran domestik secara efisien, sehingga biaya transaksi lebih rendah dan waktu penyelesaian lebih cepat. Inisiatif ini adalah bagian dari Joint Vision Statement antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung yang ditandatangani di Korea Selatan pada 1 April 2026.

Menurut pejabat BI dan Bank of Korea, konektivitas ini tidak hanya memudahkan pembayaran lintas negara, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha. Ini menandai langkah konkret dalam mewujudkan ekosistem pembayaran terintegrasi dan inklusif. Ke depan, kolaborasi semacam ini bisa menjadi pilar penting bagi digitalisasi ekonomi kedua negara.

Konektivitas pembayaran QR Antarnegara berpotensi memperkuat ekosistem UMKM kedua negara. Pelaku usaha kecil dapat menjangkau pelanggan baru tanpa kerepotan konversi mata uang. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah, arus kas UMKM menjadi lebih likuid dan stabil.

Selain UMKM, sektor pariwisata juga mendapat dampak positif. Wisatawan dapat bertransaksi lebih praktis tanpa konversi berulang-ulang, meningkatkan kenyamanan dan kepuasan kunjungan. Hal ini pada akhirnya memperkuat daya tarik destinasi dan mempercepat arus uang di sektor ritel, perhotelan, dan layanan lokal.

Secara menyeluruh, inisiatif ini mempertegas arah Indonesia dan Korea Selatan menuju sistem pembayaran yang lebih terintegrasi. Konektivitas ini membuka peluang bisnis lintas negara dan mendorong adopsi teknologi pembayaran sambil menjaga keamanan transaksi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi ekonomi dan inklusi finansial bagi semua lapisan masyarakat.

Sejak diluncurkan, QRIS telah menjadi tulang punggung transformasi pembayaran digital di Indonesia, dengan pengguna mencapai 60,77 juta per Februari 2026. Data ini mencerminkan adopsi luas layanan pembayaran elektronik di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Konektivitas QR Antarnegara memperluas manfaat tersebut ke level internasional, khususnya antara Indonesia dan Korea Selatan.

Data menunjukkan dinamika transaksi inbound lebih tinggi daripada outbound: inbound 5.892.621 transaksi pada 2025 dengan nilai sekitar Rp656,27 miliar, sedangkan outbound 1.681.112 transaksi. Angka-angka ini menandakan manfaat nyata bagi perekonomian domestik melalui arus pembayaran lintas negara.

Di kawasan mitra, Thailand telah mencatat 1,64 juta transaksi dengan nominal Rp656,27 miliar sejak Agustus 2022, Malaysia 10,66 juta transaksi Rp2,75 triliun, Singapura 554.510 transaksi Rp179,28 miliar, dan Jepang 5.088 transaksi Rp428,80 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan ekosistem QRIS antarnegara yang makin solid dan berpotensi mempercepat adopsi digitalisasi ke depan.

broker terbaik indonesia