Euro telah menjadi mata uang G10 dengan kinerja teratas dalam beberapa hari terakhir. Jane Foley dari Rabobank menekankan bahwa repricing kebijakan ECB yang lebih ketat sedang mendorong pergeseran sentimen pasar. Laporan ini, disusun untuk Cetro Trading Insight, menilai dinamika risiko dan bagaimana faktor geopolitik mempengaruhi arah euro.
Meski dukungan kebijakan ECB terlihat kuat, aliran berita dan variasi kebijakan antar bank sentral membuat asumsi euro bertahan di puncak tabel menjadi belum pasti. Permintaan terhadap aset berisiko tetap sensitif terhadap perkembangan inflasi, pertumbuhan, serta risiko geopolitik di Timur Tengah.
Secara keseluruhan, kebijakan pasar tetap menjadi fokus utama para analis, dengan perhatian khusus pada bagaimana sikap ECB dan Fed membentuk arah pasangan EURUSD. Penilaian jangka pendek bisa berubah sejalan data ekonomi terbaru dan eskalasi konflik. Analisa ini menyoroti pentingnya mengikuti inovasi pasar secara berkala, seperti yang disarankan oleh Cetro Trading Insight.
Proyeksi jangka menengah menunjukkan EUR/USD diperkirakan bergerak menuju sekitar 1.17 dalam enam bulan dan mendekati 1.18 dalam satu tahun. Rabobank menekankan bahwa proyeksi tersebut memperkuat gambaran upside bagi euro. Di samping itu, satu gambaran bulan depan menempatkan 1.14 sebagai estimasi awal, menunjukkan dinamika yang beragam di periode dekat.
Penilaian Rabobank menyoroti potensi pemotongan suku bunga Fed lebih lanjut sebagai penggerak utama pergerakan lebih tinggi EUR/USD. Selain itu, asumsi bahwa kapal minyak masih melewati Selat Hormuz di musim panas, meski dalam volume lebih rendah, turut menambah dukungan terhadap tren sideways ke atas pasangan mata uang ini.
Meski pertemuan kebijakan ECB dinilai hawkish dan cenderung menguatkan euro, volatilitas berita geopolitik tetap menjadi penentu arah utama. Proyeksi jangka menengah dipengaruhi data inflasi, biaya impor, dan dinamika produksi, sehingga arah akhir hanya akan jelas setelah data rilis berikutnya.
Secara umum, arah euro didukung oleh faktor fundamenta meskipun ada ketidakpastian geopolitik dan respons kebijakan bank sentral yang berbeda di wilayah global. Prediksi jangka pendek untuk EURUSD tetap menantang karena pasar menilai risiko dan probabilitas volatilitas yang lebih tinggi.
Faktor risiko utama termasuk pergerakan kebijakan Fed dan respons ECB terhadap inflasi, selain dinamika harga energi akibat konflik regional. Perubahan kebijakan atau kejadian tak terduga bisa mengubah jalur pergerakan secara signifikan dan memperluas kisaran perdagangan.
Bagi investor, saran utama adalah mengelola risiko dengan tetap memantau indikator moneter dan perubahan geopolitis. Secara umum, proyeksi euro lebih kuat dalam skenario dukungan kebijakan berfungsi serasi dengan data kinerja ekonomi.