Rabobank turunkan proyeksi EUR/USD jangka pendek karena gejolak Hormuz dan lonjakan harga minyak

Rabobank turunkan proyeksi EUR/USD jangka pendek karena gejolak Hormuz dan lonjakan harga minyak

Signal EUR/USDSELL
Open1.150
TP1.130
SL1.160
trading sekarang

Menurut laporan dari Cetro Trading Insight, Rabobank menurunkan proyeksi EUR/USD untuk jangka pendek. Keputusan ini dipicu oleh kekhawatiran mengenai gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak serta gas. Artikel ini menyoroti bagaimana dinamika geopolitik dapat langsung mempengaruhi nilai tukar utama dunia.

Tim strategi FX Rabobank mencatat bahwa meskipan konflik di Timur Tengah memberi dukungan bagi dolar AS, hal itu tidak otomatis mendorong peninjauan proyeksi secara agresif. Mereka menilai bahwa urgensi untuk merevisi proyeksi jangka pendek tidak terlalu tinggi karena faktor pasokan energi global tetap menjadi penentu utama. Secara umum, perubahan harga energi menjadi faktor utama yang memicu revisi ini.

Rilis terbaru menunjukkan target untuk 1–3 bulan berada di 1.14 dan 1.15, turun dari proyeksi sebelumnya sekitar 1.16. Rabobank menegaskan bahwa proyeksi jangka menengah tetap, namun masih berada dalam status under review seiring perubahan risiko geopolitis dan energi. Perubahan ini mencerminkan posisi EUR yang berada di bagian bawah kinerja pasar karena beban perdagangan energi zona euro.

Rabobank menyatakan bahwa pandangan menengah tetap tidak berubah secara garis besar meskipun ada penyesuaian jangka pendek. Penilaian ini menekankan bahwa tren dasar euro fleksibel karena Zona euro adalah importir energi berskala besar. Oleh karena itu, dinamika energi akan terus menjadi pendorong utama bagi pergerakan EUR/USD.

Rabobank juga menyoroti bahwa jalur pengiriman melalui Hormuz bisa mengalami gangguan lebih lanjut, sehingga volatilitas di pasar valuta asing bisa bertahan lebih lama. Di sisi lain, dolar AS tetap mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Ketika kombinasi ini berlangsung, banyak pelaku pasar tetap berhati-hati dan mempertahankan strategi defensif.

Penekanan utama adalah bahwa forecast 1–3 bulan lebih rendah dibanding konsensus pasar, menambah argumen bahwa euro bisa melanjutkan tekanan. Namun, bank tersebut menegaskan bahwa pandangan jangka menengah tetap di tempatnya dan akan terus dievaluasi seiring perubahan harga energi dan kondisi perdagangan global. Untuk konteks, proyeksi 1.14 dan 1.15 menunjukkan arah yang disukai bagi skenario bearish jangka pendek.

Bagi pelaku forex, fokus utama adalah dinamika fundamental yang didorong risiko geopolitik dan harga energi. Pembaruan Rabobank memberi sinyal bahwa EURUSD cenderung melemah dalam kerangka 1–3 bulan, meski volatilitas jangka pendek bisa tetap ada. Secara umum, artikel ini dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa pergerakan ini lebih bersifat fundamental daripada sinyal teknikal tunggal.

Untuk trader, setup yang terukur bisa dipertimbangkan jika harga bergerak sesuai ekspektasi. Short EURUSD bisa menjadi bagian dari strategi hedging risiko mata uang lain, asalkan manajemen risiko tetap kuat. Pastikan ukuran posisi proporsional dan tingkat stop loss yang realistis agar potensi kerugian terkendali.

Contoh rencana perdagangan: posisi jual EURUSD dengan open 1.15, target keuntungan 1.13, dan stop loss 1.16. Rasio risiko terhadap imbalan sekitar 2:1, memenuhi standar minimal 1:1.5. Pelaku pasar juga perlu memantau berita energi dan setiap komentar bank sentral yang bisa memicu gerakan lanjutan.

broker terbaik indonesia