RAJA: Dividen Rp65 per Saham dan Stock Split 1:5 Meningkatkan Likuiditas Saham Menuju 2026

RAJA: Dividen Rp65 per Saham dan Stock Split 1:5 Meningkatkan Likuiditas Saham Menuju 2026

trading sekarang

RAJA, PT Rukun Raharja Tbk, mencetak kinerja 2025 yang menarik perhatian investor di tengah dinamika sektor energi. Pendapatan perusahaan mencapai USD 266,7 juta, naik 4,8 persen year-on-year, sementara laba bersih mencapai USD 35,0 juta, tumbuh 20,3 persen. Menurut analisis Cetro Trading Insight, momentum ini mencerminkan resilien RAJA terhadap volatilitas pasar, meski dinamika harga komoditas tetap relevan seperti harga emas real time yang fluktuatif.

Pertumbuhan didorong oleh peningkatan kontribusi bisnis gas, operasional EPC Ubadari, beroperasinya Fasilitas Kompresor Gas Sengkang, dan kontribusi Grup Hafar pada bisnis Offshore EPCI dan Shipping. Array analitik kami menunjukkan tren positif pada portofolio gas yang memperkuat pendapatan berulang perusahaan.

Pada RUPST, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp274,17 miliar atau Rp65 per saham, dengan dividen interim sebesar Rp25 per saham yang telah dibayarkan pada 29 Januari 2026 dan dividen final Rp40 per saham yang akan dibagikan sesuai jadwal lebih lanjut. Selain itu, perseroan mengukuhkan kembali direksi dan dewan komisaris serta menunjuk direktur baru sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

RUPST dan RUPSLB juga menyetujui peningkatan nilai nominal saham melalui stock split 1 menjadi 5, dari Rp25 menjadi Rp5 per saham, sehingga jumlah saham meningkat dari sekitar 4,23 miliar lembar menjadi sekitar 21,14 miliar lembar. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor. Array menjadi bagian dari evaluasi internal kami untuk menilai dampak kebijakan terhadap pasar modal.

Perubahan tersebut juga mengubah struktur modal RAJA tanpa mengubah hak kepemilikan secara material, dan diharapkan meningkatkan likuiditas hingga lebih mudah diakses investor ritel maupun institusional. Dalam konteks volatilitas harga komoditas, terutama harga emas real time, stock split bisa menciptakan peluang likuiditas di jangka menengah.

RUPSLB juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar terkait kewenangan Direksi serta maksud dan tujuan usaha sesuai KBLI 2025. Masa jabatan direksi dan komisaris akan berakhir pada penutupan RUPST 2029, menegaskan komitmen RAJA terhadap tata kelola dan kelanjutan program strategis.

Prospek 2026 dan Tata Kelola

Prospek 2026 bagi RAJA tetap positif dengan portofolio yang mencakup hulu, midstream, hilir, dan inisiatif energi masa depan. Perusahaan menegaskan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, ESG, dan tata kelola perusahaan sebagai pendorong nilai bagi pemegang saham.

Dukungan terhadap proyek-proyek strategis terus dipacu, dengan fondasi keuangan yang sehat dan diversifikasi sumber pendanaan. Dalam konteks pasar energi nasional, RAJA berupaya menjaga likuiditas melalui kebijakan keuangan yang prudent dan transparan.

Menuju tahun 2026, sejumlah risiko dan peluang akan memengaruhi arah kinerja RAJA; volatilitas harga komoditas seperti harga emas real time bisa menjadi faktor penentu di beberapa segmen, sementara Array analitik menjadi bagian penting dalam pemantauan kinerja dan kapasitas eksekusi proyek.

banner footer