Rally Saham Sawit Dipicu Kebangkitan CPO Global; GZCO Pimpin Lonjakan pada BEI

Rally Saham Sawit Dipicu Kebangkitan CPO Global; GZCO Pimpin Lonjakan pada BEI

Signal G/ZCOBUY
Open234.000
TP250.000
SL228.000
trading sekarang

Menurut analisis Cetro Trading Insight, perdagangan saham perkebunan sawit di Indonesia menunjukkan momentum positif pada Senin 20 April 2026. Sentimen ini didorong oleh lonjakan harga crude palm oil CPO secara global serta sentimen positif terhadap minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel. Faktor-faktor ini berkontribusi pada arus pembelian yang lebih kuat di pasar saham sektor sawit.

Data BEI hingga pukul 11.13 WIB menunjukkan GZCO memimpin kenaikan, melonjak 4,46 persen menjadi Rp234 per saham, disusul TAPG yang naik 3,58 persen menjadi Rp1.880. Sementara TBLA naik 3,45 persen dan LSIP menguat 3,36 persen, memperkuat dorongan terhadap indeks sektor sawit secara keseluruhan.

Harga CPO Malaysia juga menguat di awal perdagangan, mengikuti rebound harga minyak mentah serta dinamika minyak nabati pesaing. Proyeksi permintaan biodiesel berbasis sawit yang lebih kuat menjadi faktor pendorong tambahan bagi para pelaku pasar, meski volatilitas global tetap perlu diwaspadai.

Di sisi teknikal, kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,45 persen menjadi 4.470 ringgit Malaysia per ton pada sesi awal perdagangan. Lonjakan ini sejalan dengan rebound harga minyak dunia yang kembali melonjak lebih dari 6 persen setelah sempat tertekan Jumat lalu.

Penguatan minyak mentah meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga permintaan terhadap CPO cenderung mendukung harga. Sementara itu, pergerakan minyak nabati lain seperti minyak kedelai di CBOT dan minyak sawit di pasar regional menunjukkan dinamika yang beragam, menambah kompleksitas prospek di pasar minyak nabati global.

Secara fundamental, prospek permintaan biodiesel sawit mendapat dorongan dari kebijakan nasional. MPOB memperkirakan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun, sejalan dengan langkah Malaysia mengikuti Indonesia dalam memperkuat mandat pencampuran biodiesel untuk mengurangi impor energi.

Prospek Permintaan Biodiesel dan Strategi Investasi Saham Sawit

Dari sisi permintaan, prospek biodiesel berbasis sawit di Malaysia diperkirakan meningkat secara berkelanjutan. Angka-angka ini sejalan dengan upaya Indonesia dan Malaysia memperkuat mandat campuran biodiesel guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Analis melihat potensi pertumbuhan yang berkelanjutan untuk emiten sawit utama di BEI.

Kebijakan energi di kedua negara Asia Tenggara ini juga terus mendorong peningkatan pangsa biodiesel, yang berpotensi menambah volume permintaan CPO untuk industri energi. Meski demikian, volatilitas pasar global tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan investor dalam menimbang porsi eksposur pada sektor ini.

Untuk investor yang ingin terpapar sektor sawit, rekomendasi praktis adalah mempertimbangkan saham unggulan seperti GZCO. Rencana trading dengan open sekitar 234, tp sekitar 250 dan sl di 228 memenuhi syarat risk reward minimal 1:1,5 dengan potensi upside yang cukup menarik. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan investor dan perlu disesuaikan dengan profil risiko masing masing.

Disclaimer: Keputusan pembelian/ penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

broker terbaik indonesia