RALS mengubah dinamika kepemilikan dengan langkah berani: mengalihkan saham treasuri kepada pemegang saham utama. Langkah ini bertepatan dengan dinamika pasar yang cukup volatil dan muncul setelah adanya rilis keterbukaan informasi BEI pada 28 Februari 2026. Harga saham semalam berperilaku merah, turun 0,99% ke Rp500 per lembar, menandai bahwa pasar menimbang implikasi kebijakan ini terhadap struktur kepemilikan dan kendali aset perusahaan.
Jumlah saham treasuri yang akan dialihkan mencapai 203.513.800 saham. Pelaksanaan pengalihan diperkirakan mulai 27 Maret 2026, sesuai dengan pengumuman BEI. Saham treasuri ini berasal dari buyback yang telah dilaksanakan pada periode 21 Agustus–24 November 2015.
PT Ramayana Makmursentosa merupakan pemegang saham utama perseroan dan bergerak di bidang real estat yang meliputi kepemilikan maupun penyewaan properti, arena bermain, hotel bintang, dan fasilitas lapangan. Langkah ini menempatkan pemantauan atas kendali kebijakan perusahaan pada tangan pemilik utama. Dalam konteks industri ritel dan properti, pengalihan ini dinilai dapat memperjelas struktur kepemilikan dan potensi sinergi strategis.
Secara keuangan, Ramayana Lestari mencatat laba bersih sebesar Rp272,97 miliar per 30 September 2025, meningkat 8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perseroan menurun 11,4% menjadi Rp1,87 triliun akibat perlambatan penjualan ritel. Efisiensi biaya dan kontrol beban menjadi faktor penopang margin laba kotor yang relatif terjaga.
Beban pokok penjualan turun 16,3% menjadi Rp870,56 miliar, dibandingkan Rp1,04 triliun pada periode sebelumnya. Hal ini membantu menjaga margin laba kotor meski pendapatan turun. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp46,02 dari Rp42,56; peningkatan ini mencerminkan leverage operasi dan kinerja laba bersih yang lebih kuat.
Penutupan harga saham pada perdagangan terakhir berada di Rp500 per lembar, memberi konteks nilai yang sedang dinilai pasar. Investor perlu melihat kombinasi faktor: rencana pengalihan saham treasuri, kinerja laba, serta tekanan pada penjualan ritel. Analisis ini disusun untuk pembaca oleh Cetro Trading Insight, dengan fokus pada interpretasi fundamental.