
Analisis dari Elias Haddad, melalui Cetro Trading Insight, menunjukkan inflasi Australia masih berada di atas target sehingga risiko bagi RBA untuk melanjutkan kenaikan suku bunga tetap hidup. Proyeksi CPI Juni memperlihatkan headline CPI sekitar 4.0 persen secara y/y untuk bulan kedua berturut-turut, sementara trimmed mean CPI diperkirakan 3.7 persen y/y dibanding 3.6 persen pada Mei. Meskipun CPI bulanan tetap menjadi fokus utama, RBA juga menyoroti ukuran inflasi inti triwulanan sebagai indikator tekanan harga yang lebih mendasar.
Trimmed mean CPI diperkirakan naik menjadi 3.7 persen y/y di kuartal kedua, level tertinggi dalam dua tahun. Angka ini mempertahankan peluang bagi RBA untuk melanjutkan pengetatan meskipun pertumbuhan aktual Australia masih menunjukkan slack. Risiko kebijakan tetap tersisa karena tekanan inflasi inti yang masih relevan bagi bank sentral dalam menilai bagaimana jalur kenaikan suku bunga harus diatur.
Gubernur RBA Michele Bullock dan Wakil Gubernur Sarah Hunter dijadwalkan berbicara menjelang keputusan berikutnya pada 11 Agustus, sehingga pidato mereka dipandang sebagai peta kebijakan. Pasar memperkirakan sekitar 30% peluang kenaikan 25 basis poin pada Agustus, dengan kontrak berjangka penuh menilai level sekitar 4.60% pada akhir tahun. Gambaran ini menegaskan bahwa risiko kebijakan cenderung mengarah pada jeda lebih lama, yang menjadi tekanan bagi AUD.
Menurut Haddad, risiko lebih condong ke jeda kebijakan karena pertumbuhan di bawah potensi dan suku bunga tunai yang berada di dekat ujung atas kisaran netral. Kondisi ini dianggap sebagai hambatan bagi AUD karena pasar menilai kesiapan RBA untuk menambah pengetatan di tengah inflasi inti yang masih tinggi meski berada pada tingkat yang lebih rendah dibanding beberapa negara. Faktor-faktor tersebut menambah ketidakpastian arah jangka pendek untuk pasangan AUDUSD.
Penilaian ini berarti AUD berpotensi melemah terhadap USD jika RBA memilih jeda, terutama jika kebijakan bank sentral lain tetap agresif. Perhatian juga tertuju pada dinamika perbedaan yield yang bisa menyusut, sehingga dorongan bagi AUD untuk menguat melemah. Pembaca Cetro Trading Insight perlu mengikuti komentar pejabat RBA dan data inflasi berikutnya untuk memahami arah pergerakan pasangan AUDUSD.
Data pasar menunjukkan bahwa pasar memperkirakan suku bunga tunai sekitar 4.35 persen dengan peluang sekitar 30 persen untuk kenaikan 25 bps pada Agustus, dan harga end-year mendekati 4.60 persen. Gambaran ini memperkuat ketidakpastian bagi AUD dalam jangka menengah, sehingga trader disarankan menimbang risiko dan menunggu konfirmasi data selanjutnya.