RBA Diperkirakan Naik Suku Bunga Ketiga: Pasar Menilai Probabilitas 75%

RBA Diperkirakan Naik Suku Bunga Ketiga: Pasar Menilai Probabilitas 75%

trading sekarang

Volkmar Baur, analis Commerzbank, menekankan keyakinan pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan melanjutkan pola kenaikan suku bunga. Mereka melihat peluang kenaikan suku bunga ketiga dalam beberapa bulan mendatang. Pasar berpegang pada konsensus bahwa kebijakan moneter Australia akan lebih hawkish daripada sebelumnya.

Inflasi Maret tetap berada pada 4.6%, jauh di atas target bank sentral 2-3%. Meski angka inti tidak melonjak secara dramatis, tekanan harga secara keseluruhan tetap tinggi. Ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat menurut Melbourne Institute, menambah kepastian bagi pandangan hawkish.

Para pembuat kebijakan sudah memberi sinyal bahwa kebijakan bisa diterapkan secara bertahap. Namun, efek riil dari dua kenaikan sebelumnya membutuhkan waktu untuk meresap ke perekonomian. Jika data berikutnya menunjukkan kejutan, narasi hawkish yang ada bisa menegang atau melonggar sesuai konteks data baru.

Konsensus pasar sepakat RBA akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya, dengan hanya satu dari 28 ekonom Bloomberg yang melihat kemungkinan hold. Futures pasar memperlihatkan probabilitas kenaikan sekitar 75 persen, menegaskan dukungan luas terhadap langkah serupa. Volume perdagangan dan likuiditas pada instrumen terkait menandakan keyakinan tersebut di pasar forward.

Ekspektasi inflasi menambah tekanan bagi RBA untuk bergerak lebih hawkish, meskipun beberapa data dapat menimbulkan dinamika baru. Sinyal yang lebih tegas dari anggota dewan juga memperkuat narasi bahwa kebijakan ini akan menjadi bagian dari rencana jangka menengah. Dalam konteks ini, investor terus memantau komentar anggota dewan dan laporan inflasi berikutnya.

Sejumlah analis menilai bahwa sinyal hawkish masih relevan meski data March belum menunjukkan dampak penuh. Meski demikian, beberapa risiko eksternal dan dinamika global tetap menjadi faktor pembatas bagi kehendak untuk menunda pengetatan kebijakan. Tekanan pasar untuk menjaga kurs mata uang tetap stabil juga menjadi pertimbangan penting bagi RBA.

Kebijakan hawkish baru berpotensi menambah tekanan pada mata uang dan biaya pembiayaan bagi pelaku sektor konsumsi maupun investasi. Pergerakan AUD dapat didorong oleh pernyataan resmi RBA serta perbandingan antara suku bunga riil dan ekspektasi inflasi. Investor juga mengamati bagaimana bank sentral menyeimbangkan stabilitas harga dengan pertumbuhan ekonomi.

Para pelaku pasar menyadari bahwa efek dari kenaikan sebelumnya butuh waktu untuk terlihat pada pertumbuhan dan tenaga kerja. Dengan demikian, volatilitas pasar biasanya meningkat saat sesi publik meninggalkan pernyataan tingkat kebijakan. Bagi trader, arah AUD terhadap pasangan seperti AUDUSD akan terdampak secara signifikan oleh tinjauan data inflasi dan komentar lanjutan dari RBA.

Artikel ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight untuk pembaca kami. Pembaca didorong untuk terus mengikuti rilis data ekonomi dan komentar kebijakan sebagai bagian dari manajemen risiko trading mereka.

banner footer