RBA Diprediksi Naik 25 Bps di Mei Seiring PMI Australia Menguat dan Tekanan Harga Meningkat

RBA Diprediksi Naik 25 Bps di Mei Seiring PMI Australia Menguat dan Tekanan Harga Meningkat

Signal AUD/USDBUY
Open0.683
TP0.690
SL0.678
trading sekarang

Tim TD Securities, Prashant Newnaha dan Alex Loo, menilai aktivitas ekonomi Australia telah stabil pada April. Sektor jasa menunjukkan rebound ke wilayah ekspansi, sementara manufaktur tetap berada dalam kontraksi. Pada saat yang sama, tekanan input dan harga produksi di kedua sektor melonjak ke level tertinggi bertahun-tahun, menambah tekanan inflasi di ruang ritel dan bisnis.

Analisis yang dirilis melalui Cetro Trading Insight menyoroti bahwa dorongan utama pertumbuhan bulanan berasal dari layanan, meskipun dinamika manufaktur tetap lemah. Kondisi ini menciptakan gambaran pasar yang berimbang antara potensi pemulihan dan risiko inflasi yang masih tinggi bagi narasi kebijakan moneter.

Melalui lensa pasar, banyak analis melihat konteks ini sebagai fondasi bagi langkah kebijakan RBA berikutnya. Proyeksi umum menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Mei, meskipun volatilitas data tetap menjadi tantangan bagi keakuratan proyeksi.

Tekanan harga terlihat meningkat secara luas. Indikator komposit menunjukkan lonjakan pada input prices yang tertinggi dalam empat tahun dan output prices yang mencapai level tertinggi sekitar tiga setengah tahun, meningkatkan perhatian terhadap arah inflasi jangka pendek hingga menengah.

Di sisi tenaga kerja, Composite Employment Index naik dari 51,8 menjadi 53,1, menandakan momentum positif untuk perekrutan di kuartal kedua. Hal ini memperkuat asumsi bahwa pasar kerja Australia tetap sehat meski beberapa segmen sektor tetap melambat, yang pada akhirnya memperkuat kredibilitas pengetatan kebijakan.

Analisis menyimpulkan bahwa RBA kemungkinan akan melanjutkan siklus pengetatan dengan kenaikan 25 bps pada pertemuan Mei. Pasar menilai probabilitasnya sekitar 70%, sebuah sinyal bahwa pelaku pasar mengaitkan langkah tersebut dengan dinamika inflasi dan tenaga kerja yang masih kuat.

Kebijakan pengetatan yang kontinu membuat AUD menjadi fokus sebagai proxy terhadap perbedaan suku bunga negara maju. Tekanan inflasi yang berkelanjutan ditambah pemulihan sektor jasa berpotensi mendukung AUD terhadap USD dalam jangka pendek, terutama jika data selanjutnya menguatkan narasi hawkish di RBA.

Sebagai respons pasar, para trader bisa mempertimbangkan posisi beli AUDUSD dengan isu-isu kunci pada rilis data ekonomi berikutnya. Pergerakan ini mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga Mei terhadap pasangan mata uang, dengan memperhatikan dinamika global seperti arah kebijakan bank sentral lain dan perkembangan pasar keuangan global.

Rangkaian level teknis untuk manajemen risiko menunjukkan open di sekitar 0.6825, dengan stop loss di 0.6780 dan take profit di 0.6895. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.5 dipertegas untuk menjaga disiplin risiko sambil memanfaatkan potensi bullish di AUDUSD jika skenario RBA terwujud.

broker terbaik indonesia