RBA Naik Suku Bunga 25bp, AUD/USD Diperkirakan Melanjutkan Tren Bullish

RBA Naik Suku Bunga 25bp, AUD/USD Diperkirakan Melanjutkan Tren Bullish

Signal AUD/USDBUY
Open0.705
TP0.715
SL0.700
trading sekarang

Para analis Brown Brothers Harriman (BBH) melaporkan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan target suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%, menandai kenaikan pertama sejak 2023. Langkah ini secara eksplisit menegaskan bahwa otoritas moneter siap meninjau kebijakan jika tekanan inflasi tetap tinggi. Pasar memaklumi keputusan ini meski inflasi diperkirakan tetap berada di atas target untuk beberapa waktu ke depan.

Keputusan ini dipandang sejalan dengan laporan bahwa permintaan swasta tumbuh lebih cepat dari ekspektasi, tekanan kapasitas lebih besar dari sebelumnya dinilai, dan kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat. RBA juga menegaskan bahwa kemungkinan kenaikan lebih lanjut akan datang sehingga jalur kebijakan menjadi lebih akomodatif terhadap prospek pertumbuhan. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadi sinyal bahwa siklus pengetatan suku bunga masih berjalan.

Intinya, kebijakan yang berbeda antara RBA dan Federal Reserve (Fed) mendukung tren naik pada AUD/USD. Pasar melihat peluang AUD untuk bergerak lebih tinggi seiring pergeseran dinamika kebijakan global, meskipun volatilitas bisa meningkat. Investor juga menilai bahwa peluang untuk mencapai level resistance lebih lanjut tetap ada dalam beberapa bulan ke depan.

AUD/USD kembali menguat dan diperdagangkan di atas level 0,70 setelah rilis keputusan RBA. Respons pasar mencerminkan harapan bahwa sikap kebijakan akan tetap membebani inflasi sambil mendukung pertumbuhan. Banyak pelaku pasar melihat ini sebagai sinyal bahwa pasangan tersebut bisa melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa sesi mendatang.

Dengan sinyal bahwa kenaikan suku bunga bisa berlanjut, sentimen terhadap AUD saat ini lebih positif dibanding sebelumnya. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa AUD/USD memiliki ruang gerak untuk menguat lebih lanjut ketika data inflasi dan perkembangan kebijakan global tetap mendukung.

Meski demikian, ada risiko yang perlu diwaspadai. Inflasi yang masih di atas target dan dinamika kebijakan bank sentral lain bisa mengubah arah pasar jika berkembang tidak sesuai ekspektasi. Investor disarankan mengikuti perkembangan data ekonomi dan koreksi teknikal sebagai konfirmasi arah.

Implikasi Perdagangan dan Rekomendasi

Rekomendasi perdagangan berdasarkan analisis ini adalah mengambil posisi beli pada AUD/USD karena dukungan kebijakan RBA yang berbeda dengan Fed. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan memasukkan rencana entry di sekitar 0,7050, dengan stop loss di 0,7000 serta take profit di 0,7150. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 2:1, memenuhi standar minimal 1:1,5.

Selain itu, manajemen risiko penting: sesuaikan ukuran posisi dengan volatilitas, gunakan trailing stop saat pasar bergerak, dan evaluasi eksposur portofolio terhadap FX. Trader juga dianjurkan memantau berita ekonomi utama secara real time untuk menghindari kejutan.

Kesimpulan: meskipun kebijakan bank sentral AS dan Australia berjalan pada arah berbeda, pergeseran AUD tetap didorong oleh dinamika suku bunga. Jika inflasi tetap terkendali dan kebijakan RBA tetap agresif, momentum bullish bisa bertahan. Namun, perkembangan Fed dan faktor global lain bisa menguji momentum tersebut, sehingga pelaku pasar disarankan mengikuti pembaruan kebijakan dan harga secara dekat.

broker terbaik indonesia