Gubernur Reserve Bank of Australia, Michele Bullock, menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers usai pengumuman kebijakan moneter Februari. RBA menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%, sesuai ekspektasi pasar. Pemberitaan resmi menegaskan bahwa inflasi terlalu kuat dan tekanan terhadap target belum mereda.
Keterangan resmi menegaskan bahwa inflasi perlu lebih lama untuk kembali ke target, sehingga jalur kebijakan tetap ketat dan berorientasi penundukan tekanan harga. Pembahasan selanjutnya menekankan bahwa respon kebijakan tidak mengandalkan pelonggaran cepat, melainkan konsistensi dalam memerangi inflasi.
Pada laporan analitik dari Cetro Trading Insight, situasi ini menambah bobot narasi bahwa inflasi tidak bisa dibiarkan lepas kendali dan perlu disiplin kebijakan yang berkelanjutan.
Setelah keputusan diumumkan, AUDUSD diperdagangkan di atas 0,7000, mencerminkan respons positif terhadap langkah hawkish RBA. Pergerakan ini menunjukkan kepercayaan pasar pada prospek suku bunga yang lebih tinggi tetap bertahan dalam beberapa bulan ke depan.
Reaksi pasar harian menambah sekitar 1,15%, menandakan minat investor terhadap mata uang Aussie setelah pengumuman kebijakan. Meskipun demikian, volatilitas tetap hadir karena investor menilai sinyal jangka panjang terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi Australia.
Secara teknikal, pergerakan pasangan mata uang tersebut dipengaruhi oleh dinamika global dan aliran modal, sehingga para trader perlu memantau data inflasi serta laporan ekonomi utama berikutnya untuk konfirmasi arah tren.
Bagi trader, fokus utama adalah potensi momentum ke arah atas dan pemanfaatan level teknikal sebagai titik masuk yang tepat. Pemetaan risiko perlu dilakukan dengan jelas agar posisi tetap terkendali meskipun volatilitas meningkat.
Sinyal perdagangan berdasarkan isi artikel adalah buy pada AUDUSD dengan level open 0.7050, stop loss 0.6970, take profit 0.7230. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 2,25:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5 pada skenario ini.
Disarankan manajemen risiko yang hati-hati dan konfirmasi data inflasi berikutnya serta rilis data ekonomi Australia untuk memperkuat sinyal dan menjaga eksposur perdagangan tetap terkendali.