Pada Rabu, 4 Februari, Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Langkah ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan menegaskan nada hawkish yang menilai inflasi akan tetap menjadi fokus kebijakan. Analisis kami menunjukkan bahwa tekanan harga masih menjadi pendorong utama, sehingga pengetatan kebijakan dapat berlanjut jika data inflasi tidak menunjukkan perbaikan yang cukup.
Pengetatan kebijakan yang lebih lanjut dipandang sebagai opsi jika dinamika inflasi tidak melambat. Pasar juga memantau bagaimana langkah RBA akan memengaruhi aktivitas ekonomi domestik dan arus modal ke aset berisiko. Secara umum, kenaikan ini memperkuat harapan bahwa siklus pengetatan tidak berakhir pada saat ini.
Dampak langsung terlihat pada jarak imbal hasil dan pergerakan mata uang. Investor cenderung memantau AUD sebagai tether terhadap narasi kebijakan dan prospek pertumbuhan Australia. Dalam konteks global, pergerakan AUD dapat mencerminkan keseimbangan risiko pada pasar mata uang jelang data ekonomi utama yang akan datang.
Dolar AS, yang diukur melalui indeks DXY, berada di sekitar 97,40 dengan volatilitas rendah karena penutupan sebagian pemerintahan AS yang sedang berlangsung. Penundaan rilis laporan lapangan pekerjaan Januari mendorong investor untuk lebih mengandalkan indikator swasta seperti ADP. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi arah kebijakan moneter AS dalam beberapa pekan ke depan.
Pasangan utama menunjukkan arah yang beragam. EUR/USD berada di sekitar 1,1820 menjelang keputusan kebijakan ECB, GBP/USD mendekati 1,3690 seiring USD melemah, dan USD/CAD berada dekat 1,3650 setelah pergerakan harian yang berfluktuasi. AUD/USD kembali berada di sekitar 0,7000 setelah penyesuaian terkait keputusan RBA. USD/JPY berada mendekati high mingguan di sekitar 155,80, sementara logam mulia tersebut diperdagangkan di sekitar 4.910 dolar per oz.
Agenda data ekonomi pekan ini mencakup rilis Indeks Harga Konsumen Harmonisasi (HICP) Zona Euro untuk Januari, Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS untuk Januari, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM AS untuk Januari, dan Neraca Perdagangan Australia untuk Desember. Pelaku pasar menantikan rilis tersebut sebagai kunci untuk menimbang arah kebijakan selanjutnya.
Menjelang 4–6 Februari, kalender ekonomi menampilkan beberapa rilis penting seperti HICP Zona Euro untuk Januari, ADP AS, dan PMI Jasa ISM. Rilis ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar jika angka-angka tersebut menyimpang dari ekspektasi. Selain itu, data neraca perdagangan Australia untuk Desember juga menjadi fokus bagi AUD.
Selain itu, pada 5 Februari akan ada keputusan kebijakan moneter BoE dan ECB, yang dapat menambah arah baru bagi euro dan pound. Investor menimbang apakah syarat kebijakan yang lebih hawkish dari kedua bank sentral akan menambah tekanan pada dolar atau justru memberikan dukungan bagi pasangan silang. Dengan dinamika kebijakan yang berbeda-beda, volatilitas dapat meningkat di sesi Asia dan Eropa.
Di Cetro Trading Insight, kami berupaya menjelaskan dinamika ini secara jelas tanpa mengurangi kedalaman analisis. Pembahasan fokus pada bagaimana kebijakan moneter mempengaruhi nilai tukar dan peluang perdagangan. Kami juga mengingatkan pembaca untuk mengaitkan berita baru dengan rencana trading pribadi serta menyeimbangkan risiko.