
Menurut RBC, lonjakan harga minyak dan peningkatan ekspor emas menjadi faktor utama yang mendorong neraca perdagangan Kanada kembali berada pada surplus pada Maret. Ekonom RBC Nathan Janzen menekankan peran energi yang signifikan untuk mengimbangi tekanan pada ekspor non-energi. Meski permintaan global tetap tertekan akibat tarif, dua komoditas utama tersebut menunjukkan kemampuan menyerap pasokan dan mendorong ekspor.
Di luar dua produk utama tersebut, data menunjukkan variasi yang berimplikasi pada konteks eksternal. Janzen mencatat bahwa volume untuk produk baja dan kayu yang dikenai tarif masih rendah, sedangkan ekspor kendaraan bermotor menunjukkan progres. Impor peralatan yang kuat juga menjadi sinyal bahwa permintaan domestik dan investasi bisnis sedang menguat.
Ketika faktor harga diabaikan, ekspor Kanada turun sekitar 2,4% secara tahunan pada kuartal pertama secara keseluruhan. Ekspor baja berat dan produk kayu yang dikenai tarif masih turun 50% dan 22% dibandingkan dengan tahun lalu. Lonjakan impor kuartal pertama memberikan kontribusi terhadap perdagangan bersih, sekaligus menandai dinamika investasi yang lebih besar di sektor manufaktur.
Lonjakan impor di kuartal pertama mendorong perdagangan bersih untuk memberi kontribusi sekitar 4 persentase poin terhadap pertumbuhan PDB Q1, menunjukkan bahwa impor tetap menjadi komponen penting dari aktivitas ekonomi Kanada. Meski demikian, ekspor energi tetap mendukung sebagian besar surplus meskipun ada hambatan eksternal. Data menggambarkan pergeseran neraca perdagangan yang lebih seimbang sepanjang kuartal.
Impor peralatan industri naik sekitar 17% secara tahunan, sebuah indikasi bahwa investasi bisnis mempunyai momentum. Sinyal permintaan domestik yang lebih kuat ini mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap stabilitas pasar dan prospek produksi di masa mendatang. Kendati tantangan tarif perlu diwaspadai, sektor manufaktur menunjukkan kapasitas untuk menahan tekanan eksternal.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa permintaan domestik tetap relevan meskipun permintaan eksternal sedang menormalkan diri. Indikator investasi yang lebih tinggi dan perbaikan pada rantai pasokan domestik menjadi pilar utama dalam menilai kesehatan ekonomi Kanada menjelang kuartal berikutnya.
Ketidakpastian perdagangan tetap menjadi fokus utama karena negosiasi pembaruan CUSMA diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, menambah volatilitas pada perencanaan produksi dan investasi. Para pelaku pasar akan memantau langkah Amerika Serikat dalam menata tarif yang dapat mempengaruhi arus perdagangan Kanada. Perubahan kebijakan ini berpotensi mengubah dinamika ekspor-impor pada paruh pertama tahun depan.
Namun skenario dasar RBC menunjukkan bahwa suasana tarif AS yang lebih stabil pada 2026 akan menjadikan perdagangan Kanada kurang menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi, meski beberapa produk tetap dikenai tarif lebih tinggi. Prospek ini mengisyaratkan peluang bagi pelaku bisnis untuk menata ulang rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi produksi. Risiko kebijakan fiskal dan geopolitik tetap relevan dalam penilaian jangka menengah.
Secara umum, meskipun data eksternal terus menunjukkan tekanan, beberapa indikator mulai menunjukkan stabilisasi. Jika kebijakan perdagangan global menjadi lebih ramah, arus perdagangan Kanada bisa pulih lebih cepat, memberikan dukungan pada investasi dan produksi domestik kedepannya.