Volkmar Baur dari Commerzbank memprediksi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan mempertahankan suku bunga pada rapat April. Ia menilai kebijakan bank sentral akan tetap netral karena adanya gangguan pasokan akibat Perang Teluk ketiga yang sedang berlangsung. Dalam konteks ini, fokus kebijakan adalah menimbang risiko eksternal terhadap inflasi dan pertumbuhan domestik.
Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada rapat April sangat kecil. Proyeksi pasar menunjukkan probabilitas kenaikan sekitar 5%, dan tidak ada analis Bloomberg yang mengharapkan kenaikan pada bulan tersebut. Hal ini sejalan dengan pandangan Gubernur Anna Breman yang menekankan pentingnya melihat faktor eksternal terlebih dahulu daripada data domestik.
Gubernur Breman juga menyatakan kebijakan ke depan akan berorientasi pada observasi harga yang lebih frekuent, serta menimbang potensi perubahan tren upah dan inflasi ekspektasi. Ia menegaskan bahwa respons kebijakan perlu mencerminkan dampak dari supply shock global, bukan sekadar angka inflasi yang terbit setiap bulan. Pernyataan ini mencerminkan kehati-hatian bank sentral dalam menimbang dinamika eksternal sambil menunggu data domestik yang lebih jelas.
Pasar menunjukkan harga yang rendah terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga karena kejutan geopolitik yang sedang berlangsung. RBNZ kemungkinan akan menghindari perubahan kebijakan yang agresif karena risiko eksternal lebih tinggi daripada tekanan domestik. Sikap kehati-hatian itu tercermin dalam pergerakan pasar FX terhadap kiwi.
Sejak perang Teluk dimulai, pasar telah mengantisipasi bahwa bank-bank sentral lain akan menaikkan suku bunga sepanjang tahun ini, menambah tekanan pada pasangan NZD. Meskipun RBNZ diharapkan menahan suku bunga, dinamika global tetap bisa memicu arus modal dan volatilitas NZD terhadap dolar AS. Perubahan pandangan ini menambah kompleksitas bagi trader FX yang mengawasi NZD.
Menurut Cetro Trading Insight, faktor eksternal seperti sentimen risiko, dinamika inflasi global, dan perubahan upah akan menjadi penentu kebijakan RBNZ pada rapat-rapat mendatang. Ketika konteks eksternal mendominasi, peluang kenaikan di bulan Mei tidak bisa dipastikan tanpa adanya perubahan signifikan. Hal ini menekankan pentingnya pemantauan faktor global bagi pelaku pasar NZD.
Rapat besok diproyeksikan tidak akan mengubah suku bunga, sehingga arah NZD cenderung netral jika tidak ada kejutan. Namun, pergerakan Kiwi tetap rentan terhadap berita geopolitik dan data inflasi, sehingga trader perlu menjaga pandangan jangka pendek. Investor juga disarankan memilah sumber berita yang kredibel untuk mengurangi noise pasar.
Jika ternyata RBNZ mempertahankan kebijakan, NZD kemungkinan tetap stabil terhadap USD, tetapi sentimen global bisa memberi arah lebih besar jika faktor eksternal berubah. Trader perlu memperhatikan dinamika harga dan ekspektasi inflasi untuk menentukan peluang jangka pendek. Kondisi eksternal yang tidak pasti menambah risiko bagi posisi kiwi.
Menurut Cetro Trading Insight (nama lengkapnya Cetro Trading Insight), para trader sebaiknya menilai dinamika harga, tensi geopolitik, dan ekspektasi inflasi untuk mengarahkan strategi. Media kami menekankan pentingnya manajemen risiko dan mempertimbangkan rasio risiko/imbalan minimal 1:1,5 dalam rencana trading terkait NZD. Dengan fokus pada sektor FX dan risiko global, disiplin dan pembatasan ukuran posisi menjadi kunci.