Riksbank, bank sentral Swedia, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga 2026. Francesco Pesole dari ING menekankan bahwa pertumbuhan yang lebih kuat mengurangi kebutuhan untuk pemotongan lebih lanjut. Pasar memperkirakan langkah pelonggaran tambahan akan diurai, sehingga dukungan terhadap SEK tetap terjaga meskipun carry-nya relatif rendah.
Inflasi CPIF diperkirakan melambat menjadi sekitar 1,0% pada kuartal ketiga 2026, sebagian besar karena potongan VAT. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan Riksbank, yang juga memperkirakan inflasi mendekati 2,0% pada 2027. Gubernur Eric Thedeen menegaskan bahwa kebijakan akan tetap netral terhadap perubahan suku bunga.
Beberapa kejutan dari sisi inflasi yang lebih rendah serta komentar dovish anggota Riksbank Per Jansson telah memicu spekulasi tentang pemotongan lebih lanjut. Pasar memperkirakan sekitar 15 basis poin pelonggaran hingga Juni, yang kemudian diperkirakan akan diurai. Meskipun imbal hasil SEK di bawah 2% menempatkannya di bagian bawah spektrum carry, hubungan historis antara selisih suku bunga dan aliran tabungan lintas batas menunjukkan dampak yang tidak selalu kuat.
Di pasar valas, ekspektasi pelonggaran sekitar 15bp hingga Juni dipantau ketat. Kami memperkirakan bahwa langkah tersebut bisa diurai kembali seiring komentar dovish meredam potensi pelonggaran lebih lanjut. Jika ekspektasi pasar berbalik, SEK berpeluang menguat secara bertahap berkat yield yang relatif rendah namun stabil.
Proyeksi inflasi Swedia diperkirakan kembali ke dekat target 2% pada 2027, yang menambah dasar bagi kebijakan netral. Perkembangan ini mendukung skenario SEK menguat perlahan meskipun imbal hasilnya tetap rendah. Cetro Trading Insight menyoroti bahwa dinamika aliran tabungan lintas batas menjadi faktor utama, bukan sekadar selisih suku bunga.
Strategi trading yang direkomendasikan adalah posisi long pada pasangan EURSEK dengan parameter yang terukur. Dengan open 11.50, target profit 11.95, dan stop loss 11.30, skenario risiko-reward memenuhi kriteria minimal 1:1,5. Pembaruan data ekonomi dan perubahan kebijakan bisa mengubah level masuk, sehingga pemantauan berkelanjutan diperlukan.