Flow risiko mendominasi pergerakan pasar karena para investor menantikan potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah. Sentimen risiko membaik seiring harapan bahwa konflik akan meredakan ketegangan regional. Pasar juga menantikan serangkaian data ekonomi utama AS, termasuk data ketenagakerjaan sektor swasta dan PMI manufaktur ISM untuk Maret serta laporan penjualan ritel bulan April.
Dinamikanya menjanjikan pergerakan positif pada ekuitas global, meski volatilitas tetap ada. Nasdaq Composite naik hampir 3,5 persen dan S&P 500 menguat sekitar 3 persen pada hari itu. Di samping itu, dolar AS cenderung melemah sementara sentimen risiko meningkat, sementara minyak mentah berada dalam tekanan bearish dan WTI turun sekitar 3,5 persen ke sekitar 94 dolar.
Di sisi mata uang dan komoditas, EUR/USD mempertahankan momentum bullish menuju 1,1600, GBP/USD rebound mendekati 1,3300, dan emas menguat sekitar 3,5 persen. XAU/USD diperdagangkan di atas level 4.700 dolar per ounce, sedangkan USD/JPY berada di bawah tekanan bearish di sekitar level 158,5.
Pembukaan sesi AS terlihat positif dengan futures indeks berjangka naik antara 0,7 persen dan 1 persen. Kenaikan ini menandai minat investor yang lebih besar terhadap aset berisiko sambil menimbang arah kebijakan dan dinamika geopolitik. Sentimen ini juga dipicu oleh ekspektasi terhadap data ekonomi utama yang akan dirilis.
Indeks USD menunjukkan retracement dengan USD Index berada di sekitar 99,50 setelah kemarin berakhir lebih rendah. Pergerakan ini menambah keseimbangan pada pasar yang bergejolak karena beberapa aset berisiko mendapat dukungan sementara dolar melemah. Pasar menilai bahwa momentum ini bisa berubah jika data ekonomi AS menunjukkan kejutan signifikan.
Ke depan, fokus pasar beralih pada data ekonomi utama AS yang akan dirilis seperti ISM Manufacturing PMI untuk Maret dan angka penjualan ritel April. Rilis data ini berpotensi mengubah ekspektasi pertumbuhan dan arah kebijakan moneter. Para analis menilai bahwa materi data ini bisa memicu pergeseran sentimen dan menguji posisi risiko di pasar.
Di pasar valuta asing EUR/USD menunjukkan momentum bullish dan melanjutkan rebound menuju 1,1600. Keforantasan pergerakannya didorong oleh kondisi inflasi zona euro serta dinamika kebijakan bank sentral. GBP/USD juga bangkit, bergerak mendekati 1,3300 menandai pemulihan sentimen risiko.
Di sisi komoditas harga emas tetap kuat dengan XAU/USD diperdagangkan di atas 4.700 dolar per ounce, menguat sekitar 1 hingga 3,5 persen tergantung sesi. Sementara minyak mentah masih berada di jalur penurunan, dengan WTI turun sekitar 3,5 persen ke sekitar 94 dolar per barel. USD/JPY juga berada dalam tekanan bearish dan diperdagangkan di bawah 158,5.
Analisis teknikal dan fundamental menunjukkan ruang bagi mata uang utama untuk melanjutkan tren bila data AS memenuhi ekspektasi, namun volatilitas tetap tinggi karena faktor geopolitik. Investor dihadapkan pada gambaran risiko yang beragam antara eskalasi Timur Tengah dan dinamika kebijakan bank sentral global. Dalam konteks ini rekomendasi trading menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil dengan fokus pada rencana deeskalasi konflik sebagai katalis utama.