RMKO Umumkan Rights Issue 512 Juta Saham, Dilusi 29% untuk Perkuat Struktur Modal

RMKO Umumkan Rights Issue 512 Juta Saham, Dilusi 29% untuk Perkuat Struktur Modal

trading sekarang

Di tengah dinamika pasar konstruksi dan tambang, RMKO mengguncang fokus investor dengan pengumuman Penambahan Modal melalui PMHMETD. Langkah ini berpotensi mengubah komposisi kepemilikan secara signifikan dan menambah likuiditas perseroan, menurut analisis Cetro Trading Insight.

RMKO akan menerbitkan hingga 512 juta saham baru, memberikan peluang bagi pemegang saham untuk menjaga atau memperluas porsi kepemilikan. Proses ini juga membuka pintu bagi investor baru untuk bergabung dengan ekspektasi pertumbuhan segmen jasa konstruksi pertambangan dan penyewaan alat berat.

Potensi dilusi diperkirakan mencapai sekitar 29,06 persen jika seluruh saham baru beredar setelah pelaksanaan PMHMETD I, sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko terhadap nilai kepemilikan dan nilai perusahaan.

Manajemen menyatakan dana yang diperoleh dari PMHMETD I akan digunakan untuk modal kerja perseroan setelah dikurangi biaya emisi yang menjadi kewajiban perusahaan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan perseroan untuk menjaga likuiditas dan mempercepat ekspansi usaha.

Rencana ini masih pada tahap awal; rincian harga pelaksanaan serta penggunaan dana akan diuraikan dalam prospektus yang akan diterbitkan sebagai bagian dari proses PMHMETD. Prospektus akan menjelaskan mekanisme pelaksanaan, hak-hak pemegang saham, dan rincian alokasi dana.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, RMKO berencana mengadakan RUPSLB pada 8 April 2026 guna mendapatkan persetujuan pemegang saham atas PMHMETD I dan progres pelaksanaan rights issue.

Hingga 31 Januari 2026, RMKO dikendalikan oleh PT RMK Investama dengan porsi sekitar 70,4 persen, sedangkan sisanya dimiliki publik. Struktur pemilikan ini mempengaruhi dinamika harga dan likuiditas saham di pasar.

Saham RMKO ditutup melemah 13 persen di level Rp580 pada perdagangan Senin sore, meskipun secara year-to-date menunjukkan kenaikan sekitar 25 persen. Pergerakan harga mencerminkan respons pasar terhadap pengumuman rights issue dan prospek pembiayaan modal kerja.

Investor perlu memantau perkembangan prospektus, ketentuan RUPSLB, serta bagaimana rights issue akan mempengaruhi fundamental Perseroan dan harga saham ke depan. Analisis lebih lanjut akan disajikan oleh Cetro Trading Insight saat informasi tambahan publik tersedia.

broker terbaik indonesia