Ronde Pasar Global Menjadi Risk-Off: Minyak Menguat, USD Naik, Fed dan RBA Jadi Fokus

Ronde Pasar Global Menjadi Risk-Off: Minyak Menguat, USD Naik, Fed dan RBA Jadi Fokus

trading sekarang

Pasar global memasuki fase risk-off dengan sentimen yang lebih hati hati. Harga minyak mentah rebound kembali mendekati level 96 dolar AS per barel setelah pernyataan mengenai koalisi menjaga Hormuz yang meredakan kekhawatiran pasokan. Kondisi ini menambah tekanan pada volatilitas aset berisiko dan mendorong pelaku pasar untuk menata ulang ekspektasi mereka. Analis menilai dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memicu pergerakan harga minyak dan dampaknya terhadap ekuitas serta mata uang utama.

USD mendapat manfaat dari aliran ke aset aman dan mempertahankan posisi setelah aksi jual kemarin. Indeks USD sedikit menguat menandakan kepercayaan pasar pada likuiditas dolar AS di tengah risiko global. Pergerakan ini juga memberikan tekanan pada pasangan mata uang utama seperti EURUSD dan GBPUSD yang sedang berada pada fase konsolidasi. Pasar menantikan rilis data dan arah kebijakan yang akan menentukan arah jangka pendek.

Rapat kebijakan dua hari Federal Reserve yang dimulai hari ini menjadi fokus utama bagi pelaku pasar. Pasar menantikan keputusan suku bunga serta publikasi revisi proyeksi ekonomi SEP pada hari Rabu. Sinyal kebijakan yang dirilis akan menambah arah buram atau cerah bagi peluang investasi di aset berisiko dan imbal hasil jangka menengah.

Harga minyak mentah bergerak menurun tajam pada Senin karena upaya AS membentuk koalisi untuk menjaga Hormuz meredam kekhawatiran pasokan. Namun pada perdagangan berikutnya minyak berhasil rebound dan diperdagangkan di sekitar 96 dolar per barel, naik sekitar 3 persen. Pergerakan tersebut memperlihatkan sensitivitas pasar terhadap dinamika geopolitik dan aliran likuiditas global. Para analis mencatat sentimen risk-off tetap menjadi pendorong utama pergerakan harga minyak dan dampaknya terhadap ekuitas serta mata uang utama.

Di sisi lain, pejabat negara anggota Uni Eropa membahas langkah menjaga jalur Hormuz. Keterangan dari kepala kebijakan luar negeri UE menyiratkan bahwa tidak ada niat untuk mengubah mandat operasi Aspides. Namun kerja sama diplomatik tetap menjadi fokus utama untuk menjaga kelancaran perdagangan maritim.

RBA memutuskan menaikkan Official Cash Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4.10 persen. Dalam pernyataannya, bank sentral menyatakan ada risiko inflasi tetap di atas target lebih lama dari perkiraan. Gubernur Bullock menekankan bahwa kenaikan harga minyak bukan faktor utama dan AUD/USD bergerak mendasar di sekitar 0.7050.

EURUSD menguat sekitar 0.8 persen setelah beberapa hari koreksi. Pasangan ini kini berada dalam fase konsolidasi di sekitar level 1.1500 menjelang sesi Eropa. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara optimisme terhadap pemulihan ekonomi dan kehati-hatian terkait kebijakan moneter.

Emas tetap berada dalam kisaran pergerakan yang sempit di atas level 5.000 dolar AS. Para pelaku pasar menimbang data ekonomi dan sinyal kebijakan bank sentral untuk menilai arah imbal hasil. Kondisi ini menunjukkan pentingnya likuiditas dan risiko geopolitik dalam membentuk dinamika harga emas.

BoJ gubernur Ueda menyatakan inflasi inti secara bertahap mendekati target 2 persen dan kebijakan akan diarahkan untuk mencapai target secara stabil. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran menyeluruh bagi investor. Investor disarankan mengikuti perkembangan kebijakan dan data ekonomi karena volatilitas tetap tinggi.

broker terbaik indonesia