Rupiah Menguat di Tengah Ketidakpastian Global Menanti Putusan Fed

Rupiah Menguat di Tengah Ketidakpastian Global Menanti Putusan Fed

trading sekarang

Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 28 April 2026, ke level Rp17.229 per USD. Penguatan sebesar sekitar 0,33 persen tidak lepas dari dinamika pasar yang penuh ketidakpastian global. Cetro Trading Insight mencatat bahwa pergerakan ini terkait respons terhadap berita geopolitik serta arus modal internasional yang dinamis.

Sentimen eksternal tetap menjadi faktor dominan dalam arah rupiah. Upaya mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan kemajuan signifikan, sementara jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu. Ketegangan geopolitik ini berpotensi mempengaruhi pasokan energi global, mengingat Hormuz menjadi jalur utama bagi sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia.

Di sisi domestik, narasi undervalued rupiah terus menjadi pembahasan. Meskipun indikator makroekonomi Indonesia relatif solid, tantangan struktural seperti ketergantungan pada aliran modal asing jangka pendek dan pelemahan industri domestik perlu diwaspadai. Analisis kami menekankan bahwa klaim undervalued perlu diimbangi dengan perbaikan fundamental yang nyata untuk menjaga daya tahan rupiah.

Menjelang pertemuan Federal Reserve pekan ini, pasar menimbang kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga. Petunjuk yang dikeluarkan oleh bank sentral AS akan menjadi kunci bagi arah dolar dan likuiditas global. Dalam analisis Cetro Trading Insight, kami menilai Fed cenderung berhati-hati sambil memantau inflasi dan dinamika harga energi.

Di dalam negeri, narasi undervalued rupiah perlu diseimbang dengan langkah reformasi yang nyata. Ibrahim Assuaibi menyoroti pentingnya mengevaluasi relevansi klaim undervalued mengingat tren pelemahan rupiah sejak 2014 dan tantangan struktural yang masih ada. Kebijakan fiskal dan reformasi kebijakan perlu ditingkatkan untuk menjaga daya tahan rupiah.

Faktor eksternal seperti arus modal, pembayaran dividen, dan dinamika industri domestik menambah kompleksitas pergerakan nilai tukar. Meski fundamental Indonesia relatif solid, volatilitas bisa meningkat jika sentimen global berubah, sehingga pasar perlu mengantisipasi rentang pergerakan yang lebih luas pada saat rilis data baru.

Proyeksi pergerakan rupiah dalam perdagangan mendatang menunjukkan peluang untuk bergerak dalam kisaran terbatas, yaitu Rp17.240 hingga Rp17.280 per USD, asalkan tekanan eksternal tetap moderat.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa faktor geopolitik dan kebijakan moneter global tetap menjadi penggerak utama. Para pelaku pasar disarankan memantau narasi Fed dan komentar pejabat Bank Indonesia, sambil memperhatikan data inflasi, produksi industri, dan arus modal.

Sebagai penutup, Cetro Trading Insight menilai volatilitas kemungkinan berlanjut meski arah utama relatif terperangkap dalam kisaran. Investor disarankan fokus pada manajemen risiko dan diversifikasi, karena perubahan kebijakan maupun kejutan data bisa mengubah arah pergerakan dengan cepat.

broker terbaik indonesia