Rupiah Tertekan di Rp16.949 per USD: Minyak Dunia Melonjak dan Ketegangan Geopolitik Mengguncang Pasar

Rupiah Tertekan di Rp16.949 per USD: Minyak Dunia Melonjak dan Ketegangan Geopolitik Mengguncang Pasar

trading sekarang

Dalam satu sesi dagang yang penuh gejolak, Rupiah menutup perdagangan di level Rp16.949 per USD, turun sekitar 0,15 persen. Kondisi ini menambah bayangan volatilitas yang membayangi pasar valuta asing jelang peluang pembalikan arah. Analisis kami di Cetro Trading Insight menyoroti bagaimana faktor global menekan mata uang berisiko tersebut.

Lonjakan harga minyak dunia menjadi pendorong utama perubahan sentimen pasar. Harga minyak melonjak hingga melampaui USD100 per barel, meningkat sekitar 30 persen sejak akhir pekan. Pergerakan ini meningkatkan biaya energi dan menambah beban pada arus modal yang sensitif terhadap komoditas utama.

Di ranah geopolitik, serangan terhadap fasilitas minyak Iran dan respons Teheran memperburuk ketidakpastian pasokan. Penutupan tidak langsung Selat Hormuz berpotensi mengganggu aliran minyak ke Asia, menambah tekanan pada mata uang negara berkembang yang tergantung pada impor energi.

Di Asia, inflasi China mencatat 1,3 persen secara tahunan pada Februari, lebih tinggi dari ekspektasi 0,9 persen dan menjadi yang tercepat dalam tiga tahun. Angka ini mencerminkan daya beli yang sedang pulih dan permintaan yang meningkat menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Peningkatan inflasi domestik Asia diikuti oleh dinamika harga komoditas; meskipun inflasi barang dan jasa meningkat, inflasi produsen masih menunjukkan kontraksi. Pasar menantikan bukti lanjutan apakah tren Inflasi akan berlanjut, yang akan mempengaruhi kebijakan moneter regional.

Dari sisi fiskal, harga minyak dunia telah menembus sekitar USD92 per barel, jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang dipatok sekitar USD70 per barel. Jika harga bertahan mendekati atau melampaui USD100, defisit fiskal berpotensi membengkak—diperkirakan bisa menambah beban hingga sekitar Rp6,8 triliun. Secara teknikal, rekomendasi umum menyarankan kisaran pergerakan rupiah Rp16.950-Rp17.000 per USD dalam beberapa minggu ke depan, meskipun volatilitas tetap tinggi.

broker terbaik indonesia