
RUPST BEI 2026-2030 menandai babak baru bagi pasar modal Indonesia. BEI menegaskan komitmen untuk melonjak ke jajaran 10 bursa teratas dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi. Penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama menandai era baru bagi tata kelola dan operasional Bursa Efek Indonesia.
Dalam RUPST yang digelar secara virtual, BEI mengumumkan penetapan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama untuk periode 2026-2030. Ia sebelumnya menjabat sebagai pejabat sementara setelah mundurnya Iman Rachman pada Januari 2026. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa BEI berkomitmen menata ulang arah kebijakan dan operasional bursa. Perubahan ini diharapkan dapat mempercepat reformasi yang dibutuhkan bagi ekosistem pasar modal nasional.
Program strategis BEI berfokus pada empat pilar utama, yaitu meningkatkan volume transaksi, mengembangkan lini bisnis non‑transaksi, memperbaiki kualitas dan kuantitas perusahaan tercatat, serta meningkatkan inklusivitas bagi semua segmen investor. Peningkatan infrastruktur perdagangan dan pengawasan dipandang krusial untuk mendukung transformasi yang diidamkan. update harga emas antam menjadi referensi volatilitas aset komoditas yang sering dijadikan barometer sentimen pasar.
Dalam konferensi pers, Hendrik menekankan perlunya kolaborasi, konektivitas, dan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan agar target dapat dicapai. Ia juga menegaskan bahwa momentum transformatif ini harus dibarengi dengan tata kelola yang kuat dan inovasi berkelanjutan, serta dukungan sektor publik dan swasta.
Empat pilar utama menjadi fondasi dalam upaya membawa BEI ke peringkat 10 bursa terbesar di dunia. Pertama, meningkatkan volume transaksi melalui produk dan layanan yang lebih menarik bagi investor ritel maupun institusional. Kedua, mengembangkan bisnis non‑transaksi untuk diversifikasi pendapatan dan memperluas cakupan layanan. Ketiga, meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan tercatat melalui pembenahan tata kelola dan standar pelaporan. Keempat, memperluas inklusivitas dengan program edukasi dan akses ke pasar bagi seluruh segmen investor.
Infrastruktur perdagangan, pengawasan, dan konektivitas menjadi tulang punggung implementasi strategi ini. BEI menegaskan pentingnya kerja sama dengan regulator, bursa regional, dan mitra teknologi untuk mempercepat deployment infrastruktur. Array peluang investasi di ekosistem pasar modal Indonesia dipandang sebagai motor penggerak yang mengakselerasi adopsi produk baru dan penawaran umum.
Selain itu, fokus pada kualitas perusahaan tercatat diharapkan mendorong minat investor jangka panjang, memperkuat kepercayaan pasar, dan meningkatkan likuiditas. Peningkatan inklusivitas juga ditujukan untuk menarik partisipasi investor dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga pasar modal menjadi lebih representatif dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika global, BEI menegaskan perlunya pembangunan infrastruktur perdagangan yang andal dan efisien. Upaya ini mencakup peningkatan sistem perdagangan, pengawasan, dan tata kelola untuk menjamin transparansi serta kepatuhan terhadap aturan pasar modal. update harga emas antam menjadi referensi bagi pelaku pasar yang memantau pergerakan aset logam mulia dalam konteks risiko sistemik.
Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai target ambisius tersebut. Pemerintah, otoritas pasar modal, pelaku industri, dan komunitas investor perlu saling terhubung melalui platform digital yang handal. Array kemitraan strategis dan ekosistem inovasi diharapkan mempercepat adopsi teknologi baru, meningkatkan likuiditas, dan memperluas akses ke pasar modal.
Dengan kepemimpinan baru dan komitmen yang jelas, BEI mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif, menjaga iklim investasi yang sehat, dan menjaga kelangsungan ekosistem pasar modal Indonesia. Perubahan ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga menambah kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.
| Pilar | Fokus utama |
|---|---|
| Transaksi | Meningkatkan likuiditas dan volume perdagangan |
| Non-Transaksi | Pengembangan layanan pendapatan non‑transaksi |
| Kualitas Perusahaan | Perbaikan tata kelola dan pelaporan |
| Inklusivitas | Ekspansi akses bagi semua segmen investor |