Wall Street menghela napas lega pada perdagangan Senin ketika S&P 500 mendekati rekor tertinggi. Lonjakan saham chip dan perusahaan terkait AI menjadi motor penggerak utama, menambah kepercayaan investor terhadap arah pasar. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika ini mencerminkan pemulihan fundamental yang mendasari optimisme berkelanjutan di pasar ekuitas.
Indeks S&P 500 naik sekitar 0,54 persen dan ditutup di 6.976,44 poin, sedikit di bawah rekor penutupan sebelumnya. Kenaikan itu sebagian besar dipicu oleh saham-saham chip dan AI, sementara saham berkapitalisasi kecil juga ikut melonjak di sesi yang sama.
Aktivitas perdagangan berlangsung tinggi, dengan volume saham yang signifikan menunjukkan minat beli yang kuat. Secara keseluruhan, pasar tampak didorong oleh pendapatan yang solid dan ekspektasi laba yang lebih baik di kuartal berikutnya.
Sektor saham berkapitalisasi kecil menunjukkan performa yang mengesankan, dengan Russell 2000 melompat sekitar 1 persen. Lonjakan ini menambah gambaran bahwa investor tetap percaya pada fondasi ekonomi meski beberapa isu valuasi teknikal sempat mengkhawatirkan di awal tahun.
Analisis pasar menunjukkan bahwa para pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan laba S&P 500 sekitar 11 persen untuk kuartal Desember, revisi naik dari ekspektasi awal. Laba yang lebih kuat dari banyak sektor memperkuat dorongan rally indeks utama.
Di sisi lain, Disney melaporkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi tetapi mengalami penurunan 7,4 persen karena penurunan kunjungan internasional ke taman hiburannya serta tekanan pada unit TV dan film. Hal ini menandakan bahwa hangatnya sentimen pasar bisa bersifat selektif terhadap rilis kinerja perusahaan tertentu.
Data PMI manufaktur AS untuk Januari menunjukkan ekspansi aktivitas, menandakan momentum ekonomi yang sedang pulih. Indikator ini sering dijadikan tolok ukur kesehatan sektor manufaktur dan permintaan domestik dalam kuartal berjalan.
Indeks volatilitas VIX turun menjadi 16,5, yang mengisyaratkan berkurangnya ketakutan pasar. Penurunan ini biasanya terkait peningkatan keyakinan investor menghadapi volatilitas jangka pendek dan volatilitas pasar yang lebih terkendali.
Sementara itu, penurunan harga energi mendukung kinerja saham maskapai seperti United Airlines, JetBlue, Delta, dan Southwest, yang masing-masing naik antara 4%–8%. Pergerakan ini mencerminkan dampak biaya energi terhadap rencana operasional dan volume penumpang di sektor transportasi.