
Rangkaian reli pasar saham Asia terlihat semakin membara, menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi AI dan permintaan semikonduktor mengubah lanskap investasi global. Investor menilai peluang di sektor ini sebagai katalis utama pertumbuhan di kuartal ini. Di tengah suasana ini, para pedagang berusaha menyaring risiko geopolitik yang tetap membayangi.
Kenaikan indeks utama di Jepang menjadi sorotan utama. Nikkei 225 melonjak 2,55 persen ke level 68.440,50 pada sesi pagi, menembus angka psikologis 68.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Sementara itu Topix menguat 1,80 persen, menandai pola yang konsisten di seluruh sektor terkait teknologi.
Para analis menilai optimisme ini didorong oleh ekspektasi permintaan tetap kuat untuk produk AI dan solusi terkait semikonduktor. Mantan analis Nomura Securities menegaskan bahwa sentimen positif dari Wall Street turut menopang reli pasar, meskipun investor tetap waspada terhadap risiko geopolitik. Kondisi ini memperlihatkan dinamika pasar yang saling menguat antara wilayah dan sektor.
Sentimen positif dari Amerika Serikat membantu pergerakan pasar Asia secara keseluruhan. Pelaku pasar menyaksikan dukungan dari reputasi Wall Street yang membukukan rekor penutupan berturut-turut. Faktor fundamental seperti pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi juga memberi dasar kuat bagi tren risk-on.
Pada perdagangan Selasa, Dow Jones naik 228,91 poin atau 0,45 persen menjadi 51.307,79. S&P 500 menguat 9,86 poin menjadi 7.609,82, dan Nasdaq Composite bertambah 7,09 poin menjadi 27.093,90. Aplikasi transformasi digital dan inovasi AI tetap menjadi pendorong utama di pasar AS.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia naik tajam setelah MoU antara Amerika Serikat dan Iran tertunda. West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli menguat 1,57 dolar atau 1,70 persen menjadi 93,73 dolar per barel. Katalis ini menambah perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan di Timur Tengah.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi sorotan para investor. Para pedagang menilai risiko yang berkelanjutan bisa memicu volatilitas pasar di sektor energi dan aset berisiko. Ketidakpastian ini juga berdampak pada aliran modal global dan strategi hedging institusional.
Hang Seng Hong Kong bergerak berbalik arah dengan pelemahan 1,39 persen, sementara Korea Selatan libur nasional sehingga pasar utama di negara itu tutup. Investor tetap memonitor pergerakan pasar di regional lain untuk melihat bagaimana sinyal global mempengaruhi sentimen risk-on maupun risk-off.
Di Eropa, pasar ditutup menguat: CAC 40 Prancis naik 0,77 persen, DAX Jerman 0,48 persen, dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,33 persen. Investor menilai kombinasi antara data ekonomi positif dan risiko geopolitik membentuk pola risiko-imbalan yang pantas diwaspadai.