Pasar Asia melompat di pembukaan Jumat, membawa optimisme bahwa gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran bisa menjadi pengungkit positif bagi risiko aset global. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai momentum ini berasal dari peningkatan kepercayaan investor terhadap stabilitas geopolitik jangka pendek. Meski risiko konflik regional masih membayangi, arus modal cenderung mengalir ke aset berisiko yang likuid.
Di antara indeks utama, Nikkei 225 naik sekitar 1,8 persen dan bergerak di atas level 56.800 poin. Secara mingguan, indeks tersebut telah melonjak sekitar 7 persen, didorong oleh pembicaraan diplomatik yang berkembang serta optimisme terhadap stabilitas regional. Pergerakan ini juga memberikan dorongan bagi sentimen pada sektor teknologi yang tengah menjadi fokus rebound global.
Para pelaku pasar menantikan kelanjutan pembicaraan di Islamabad pada akhir pekan ini, ketika delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance bertemu pejabat Iran. Meskipun harapan positif membayangi, analisis menyebut risiko di Israel-Lebanon dan gangguan di Selat Hormuz bisa memicu volatilitas energi. Investor menilai dinamika geopolitik sebagai faktor utama yang dapat memanjang atau memperuncing tren pasar dalam beberapa minggu ke depan.
Di Korsel, KOSPI naik sekitar 2 persen dan hampir menyentuh lonjakan mingguan mendekati 10 persen, salah satu yang terbesar sejak 2008. Penguatan ini melengkapi kebangkitan sentimen global yang mulai terlihat setelah beberapa pekan koreksi. Para pelaku pasar menilai pemulihan regional sebagai pertanda positif bagi ekosistem perusahaan dan investor asing.
Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Jumat, mencerminkan kehati-hatian karena risiko inflasi energi dan tantangan pertumbuhan yang sangat bergantung pada pasokan Timur Tengah. Keputusan ini menandakan komitmen kebijakan moneter yang menimbang dinamika eksternal sambil menjaga likviditas pasar. Analis melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa otoritas ingin menyeimbangkan antara dukungan pertumbuhan dan kendali risiko harga energi.
Ketidakpastian geopolitik juga terlihat dari dinamika di wilayah sekitar, yang dapat mempengaruhi arus perdagangan dan harga energi. Sementara itu, pergerakan indeks regional seperti Shanghai Composite naik 0,9 persen dan Hang Seng menguat 0,82 persen menunjukkan tanda perbaikan risiko yang lebih luas. Secara umum, para pelaku pasar tetap waspada terhadap faktor geopolitik dan volatilitas energi yang bisa membentuk arah tren jangka pendek.
Dari segi teknologi, CoreWeave mengumumkan kesepakatan besar senilai 21 miliar dolar AS untuk menyediakan kapasitas komputasi bagi Meta Platforms. Kesepakatan ini dipicu oleh dorongan pada ekspansi AI dan kebutuhan kapasitas data bagi raksasa jejaring sosial. Investor menilai berita ini sebagai katalis positif bagi saham-saham teknologi dan layanan infrastruktur cloud.
Kabar tersebut memicu reli harga saham teknologi dan sektor AI di berbagai bursa global. Analisis menyebut bahwa permintaan kapasitas komputasi untuk AI bisa mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi. Meskipun volatilitas pasar tetap ada, dinamika ini menunjukkan daya tahan momentum sektor berisiko di bidang inovasi teknologi.
Secara keseluruhan, pergerakan bursa Asia menunjukkan tren penguatan meskipun sempat berfluktuasi di beberapa sesi. Nasdaq ditutup naik 0,8 persen menjadi 22.822,42 poin, Dow Jones bertambah 0,6 persen di 48.185,80, dan S&P 500 menguat 0,6 persen di 6.824,66 poin. Di Asia, Shanghai Composite naik 0,90 persen, Hang Seng 0,82 persen, STI Singapura 0,47 persen, sementara ASX 200 turun 0,47 persen.