Saiko Konsultansi Incar Kendali NAYZ melalui Akuisisi Besar, Dampak bagi Pemegang Saham

Saiko Konsultansi Incar Kendali NAYZ melalui Akuisisi Besar, Dampak bagi Pemegang Saham

trading sekarang

Di tengah dinamika pasar modal Indonesia, Saiko Consultancy Pte Ltd melontarkan langkah ambisius untuk menguasai mayoritas saham NAYZ melalui negosiasi intensif dengan pemegang kendali HBS Food. Upaya ini mencerminkan strategi ekspansi perusahaan Singapura tersebut untuk memperluas jejaknya di sektor makanan bayi. Analisa kami di Cetro Trading Insight menilai ini sebagai sinyal penting atas potensi korporasi untuk mengubah komposisi kendali di emiten tersebut.

Saiko berupaya membeli hingga 1,05 miliar saham, setara dengan 41,18 persen kepemilikan NAYZ, dari Asia Intrainvesta yang saat ini memegang 62 persen. Proses negosiasi masih berlangsung dan fleksibel terhadap nilai transaksi serta jadwal penyelesaian. Langkah ini menumbuhkan asumsi bahwa Saiko berambisi menjadi pemegang saham mayoritas, dengan konsekuensi signifikan bagi dinamika kekuasaan di perusahaan.

KeteranganNilai
Harga NAYZRp86
Perkembangan HarianNaik 4,88%
Saham Saiko yang Dicari1,05 miliar (41,18%)
Saham Asia Intrainvesta1,58 miliar (62%)
Porsi Pemilik Lama setelah Kesepakatan20,8%
Pendapatan HBS Food (tahun lalu)Rp24 miliar

Jika negosiasi berjalan lancar, Saiko akan menjadi pengendali baru NAYZ dan pemilik lama akan berkurang kepemilikannya menjadi sekitar 20,8 persen. Sesuai pernyataan Mark Leong Kei Wei, Direktur Saiko Consultancy, dalam surat kepada BEI pada Jumat 24 April 2026, tujuan akuisisi adalah mendukung ekspansi usaha dan memperluas kegiatan bisnis pembeli. Langkah ini menandai perubahan kepemilikan yang berpotensi mempengaruhi strategi operasional perusahaan di masa depan.

Nilai transaksi dan jadwal penyelesaian rencana akuisisi masih menjadi isu utama yang dibahas pelaku pasar. Negosiasi menyisakan beberapa variabel penting yang perlu disepakati antara Saiko, Asia Intrainvesta, dan otoritas pasar. Klarifikasi atas skema pembiayaan dan kepemilikan pasca transaksi juga menjadi fokus utama.

Setelah proses selesai, Saiko diperkirakan menjadi pengendali baru NAYZ, dengan porsi pemilik lama menyusut menjadi sekitar 20,8 persen jika kesepakatan berjalan mulus. Pada saat ini Asia Intrainvesta tercatat memiliki 1,58 miliar saham atau sekitar 62 persen saham NAYZ, sehingga pergeseran kepemilikan akan signifikan. Hal ini akan merombak struktur pengendalian dan tata kelola perusahaan.

HBS Food dikenal sebagai produsen makanan bayi seperti bubur, sereal, dan MPASI, dengan pendapatan sekitar Rp24 miliar pada tahun lalu. Keterangan tersebut memperlihatkan skala operasional emiten meskipun tetap relatif kecil dibanding sektor konsumen lainnya. Pembaruan ini memicu diskusi tentang sejauh mana perubahan pemegang saham besar akan mempengaruhi lini produk dan strategi pasar HBS Food ke depannya.

Harga saham NAYZ mencatat respons positif, naik sekitar 4,88 persen menjadi Rp86 pada perdagangan Kamis, menandai minat investor meski tetap berhati-hati. Kenaikan ini juga menunjukkan adanya harapan terhadap potensi nilai tambah dari restrukturisasi kepemilikan. Reaksi pasar tetap volatil karena investor menimbang risiko terkait rencana akuisisi.

Pelaku pasar mengakui bahwa pengalaman Saiko membatalkan akuisisi SPRE sebelumnya menjadi faktor risiko yang perlu dipertimbangkan. Konsensus umum adalah menunggu konfirmasi resmi dari BEI dan pihak terkait sebelum mengambil posisi lebih lanjut, dengan fokus pada apakah transaksi dapat diselesaikan sesuai jadwal. Oleh sebab itu, volatilitas harga bisa tetap ada hingga penyelesaian kesepakatan.

Cetro Trading Insight menekankan pentingnya klarifikasi pejabat BEI mengenai rencana ini dan menilai aspek operasional serta tata kelola pasca akuisisi sebelum merekomendasikan langkah investasi. Kami juga menyarankan investor mengevaluasi baseline fundamental NAYZ secara mandiri, mengingat dinamika kepemilikan yang berubah secara signifikan.

broker terbaik indonesia