SCNP, singkatan dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk, adalah perusahaan yang bergerak di industri barang konsumen primer dengan fokus utama pada peralatan rumah tangga. Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan berkantor pusat di Jakarta. Dalam liputan kami di Cetro Trading Insight, kami menyajikan gambaran jelas mengenai bagaimana SCNP menjalankan bisnis inti dan posisinya di ekosistem industri rumah tangga.
Produk utama SCNP meliputi alat rumah tangga dan alat kesehatan yang diproduksi untuk pasar domestik maupun ekspor. Portofolio mencakup kipas angin, kompor gas, air purifier, rice cooker, setrika, dan blender. Seiring kerja sama dengan Philips pada tahap awal produksi, perusahaan menandai tonggak penting dalam pengembangan lini produk rumah tangga mereka.
Sejarah operasional SCNP menandai perjalanan panjang sejak 1985, meskipun perusahaan didirikan pada 2000 di Daan Mogot, Jakarta Barat. Pabrik pertama berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, menjadi fondasi bagi ekspansi selanjutnya. Pada 2001, perseroan membangun pabrik ketiga di Cileungsi, Bogor, dengan luas 85.711 meter persegi, yang memperluas kapasitas produksi dan kemampuan memenuhi permintaan pasar.
SCNP dikenal memiliki klien besar seperti Philips, Oxone, Turbo, Informa, Azko, Neozen, Electrolux, dan lainnya. Kehadiran klien-klien ternama ini memperkuat posisi perseroan sebagai produsen peralatan rumah tangga yang kompetitif dan berkelanjutan. Dengan dukungan jaringan tersebut, SCNP terus mengoptimalkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.
Seiring perkembangan, SCNP meluncurkan produk purwarupa alat kesehatan bernama NIVA (Non-Invasive Vascular Analyzer) bekerja sama dengan ITB. NIVA merupakan contoh upaya perseroan untuk mengembangkan alat kesehatan dalam negeri AKD yang berpotensi memperluas portofolio produk. Kolaborasi akademik ini menandai arah inovasi yang dinilai strategis bagi perusahaan di segmen alat kesehatan.
Selain NIVA, perusahaan juga mengoptimalkan produksi alat rumah tangga dengan varian produk seperti kipas angin, setrika, blender, dan rice cooker yang berfokus pada efisiensi biaya serta kualitas. Ekspor menjadi bagian dari strategi pertumbuhan, tercatat mulai dilakukan pada 2019 melalui pengiriman air purifier ke Amerika Serikat. Inisiatif ini memperluas jejak SCNP di pasar internasional dan menambah diversifikasi pendapatan.
Data kepemilikan saham per Januari 2026 menunjukkan pengendali utama adalah PT Sena Dwimakmur dengan kepemilikan sekitar 45 persen (1,12 miliar saham). Diikuti oleh PT Generasi Dua Sukses dengan sekitar 26,66 persen (666 juta saham). Sementara itu, kepemilikan publik mencapai sekitar 12,30 persen (307 juta saham), dengan pemilik manfaat akhir berupa Richard Nursalim dan keluarga.
SCNP melantai di bursa Indonesia pada 2020 melalui IPO yang melepas 500 juta saham dengan harga penawaran Rp110 per unit, mengumpulkan dana sekitar Rp55 miliar untuk ekspansi. Struktur kepemilikan yang relatif terpusat mencerminkan konsentrasi kendali yang umum pada emiten menengah. Perubahan signifikan dalam komposisi saham dapat mempengaruhi dinamika tata kelola dan rencana pertumbuhan jangka panjang.
Pada perdagangan terbaru, saham SCNP tercatat di level Rp212 per unit dengan lonjakan 27,71 persen pada sesi perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Pergerakan ini menunjukkan minat investor terhadap potensi pertumbuhan di sektor barang konsumen dan alat kesehatan. Meski demikian, investor disarankan mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan serta risiko pasar sebelum membuat keputusan investasi.