Sektor tambang logam dipastikan memasuki kuartal IV-2025 dengan dorongan tajam: ASP yang membesar, efisiensi biaya, dan margin yang menjanjikan. Riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas menilai pendapatan sektor metal mining akan tumbuh sekitar 9 persen secara kuartalan, sebuah sinyal positif untuk investor. Meski volume penjualan terlihat terbatas, perbaikan harga jual dan efisiensi operasional menjadi pendorong utama.
Kinerja yang makin positif diperkirakan ada di tingkat margin: GPM sekitar 17 persen dan NPM sekitar 10,1 persen. Kenaikan ASP menjadi pendorong utama ekspansi margin di periode ini, menandai transisi dari sekadar pemulihan ke peningkatan profitabilitas. Dalam konteks volatilitas harga emas dan logam mulia lain, pertanyaan market sering muncul kapan emas akan turun, sebagai bagian dari dinamika mata uang, biaya produksi, dan permintaan industri.
Analisa teknikal juga menunjukkan bahwa beberapa emiten mulai menunjukkan pola akumulasi yang sehat, menurut ahli pasar. Dalam Array analitik kami, MBMA, INCO, MDKA, dan NCKL dinilai memiliki potensi pergerakan yang menarik. Cetro Trading Insight menilai bahwa perubahan margin dan efisiensi operasional dapat mengantarkan tren positif bagi pemain kunci di sektor ini.
| Emiten | ASP YoY | GPM | NPM |
|---|---|---|---|
| MBMA | +5% | ≈17% | ≈10% |
| ANTM | — | ≈17% | ≈10.1% |
Di sisi riset, MBMA diperkirakan membaik berkat pemulihan High-Grade Nickel Matte, dengan ASP yoy sekitar 5% dan cash cost turun sekitar 9% yoy. ANTM diproyeksikan memberi kontribusi signifikan dari segmen nikel, dengan laba sekitar 109% di atas estimasi. Dalam Array rekomendasi pasar, ANTM, NCKL, TINS, dan INCO menjadi pilihan utama, karena potensi kenaikan jangka menengah didorong oleh permintaan nikel dan kebijakan RKAB.
Pemangkasan produksi nikel sekitar 34% yoy di 2026 menjadi katalis utama, dengan kemungkinan menggeser pasar global dari surplus menuju defisit, sehingga menopang harga nikel. Dengan demikian, para investor didorong untuk memantau pergerakan ANTM dan NCKL lebih dekat karena keduanya berpeluang mendapat prioritas RKAB. Dalam Array analitis, rekomendasi tetap fokus pada saham-saham unggulan sektor logam.
Secara teknikal, area support dan resistance bagi INCO dan ANTM menunjukkan level kunci untuk pertimbangan pelaku pasar. Dalam Array monitoring, pola akumulasi dan momentum positif membatasi risiko sembari memanfaatkan peluang kenaikan. Kapan emas akan turun menjadi bagian dari diskusi risiko mata uang global terkait industrinya, dan para investor dianjurkan menilai skenario tersebut dalam kerangka manajemen risiko.