Semen Indonesia Tingkatkan ESG melalui Kehati dan Geopark Bulu Sipong: Warisan Budaya dan Lingkungan Jadi Pijakan Pertumbuhan

Semen Indonesia Tingkatkan ESG melalui Kehati dan Geopark Bulu Sipong: Warisan Budaya dan Lingkungan Jadi Pijakan Pertumbuhan

trading sekarang

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap tata kelola lingkungan, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melalui SIG terus menajamkan inisiatif ESG. Upaya ini tidak sebatas target operasional, melainkan upaya konkret menjaga kelestarian tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis. Dalam laporan terbaru, Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai contoh bagaimana perusahaan berupaya seimbang antara kepentingan pemangku kepentingan dan dampak sosial.

Contoh nyata dari komitmen tersebut adalah transformasi lahan seluas 31,64 hektare milik Semen Tonasa menjadi kawasan konservasi, dinamai Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong. Luasan itu setara dengan 11,3 persen dari total lahan tambang 280 hektare, dan peruntukannya telah resmi ditetapkan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus menjaga situs geopark. Langkah ini menggambarkan kerja sama antara induk perusahaan dan unit operasional untuk menjaga kelestarian ekosistem sekitar tambang.

Bulu Sipong 4, bagian dari Bukit Bulu Sipong, telah menjadi geosite penting di Geopark Maros Pangkep dan masuk dalam UNESCO Global Geopark sesuai keputusan UNESCO pada 2023. Gua purba itu memamerkan seni cadas berusia sekitar 44.000 tahun, mencatatkan peradaban manusia purba melalui gambaran perburuan. Secara umum, kondisi lingkungan kawasan ini juga dipantau untuk menjaga stabilitas ekosistem, sementara dinamik pasar seperti harga emas per troy ons hari ini menjadi konteks makro bagi investor yang melirik aset berkelanjutan; Array data Kehati turut dipublikasikan untuk transparansi.

SIG dan Semen Tonasa mengambil langkah konkret dengan menyusun Cultural Heritage Management Plan bersama LPPM Universitas Hasanuddin dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. Dokumen panduan itu berfungsi sebagai kerangka kerja pengelolaan warisan budaya, termasuk situs prasejarah Bulu Sipong, untuk dilakukan secara berkelanjutan. Upaya ini menekankan sinergi antara korporasi, akademisi, dan lembaga budaya.

Selain itu, kerja sama dengan Dirjen Kebudayaan memungkinkan pemantauan yang ketat terhadap getaran dan udara ambien, serta pemeliharaan infrastruktur seperti pengecoran jalan tambang sepanjang 1.800 meter dan penyiraman rutin untuk mengurangi debu. Peningkatan edukasi bagi karyawan dan masyarakat sekitar juga dilakukan melalui pemasangan rambu, pembatasan akses dengan pagar sepanjang 1.900 meter, serta revegetasi wilayah konservasi. Inisiatif ini menekankan bahwa budaya dan lingkungan hidup saling melengkapi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong tidak hanya jadi lokasi penelitian, tetapi juga sumber edukasi budaya bagi karyawan, pelajar, dan komunitas setempat. Kolaborasi dengan universitas lokal memperkuat riset serta promosi warisan budaya kepada publik luas. Array data publikasi dan evaluasi menjadi bagian dari akuntabilitas perusahaan terhadap dampak sosial.

Dari sisi ekologi, tren Kehati menunjukkan kemajuan nyata. Hingga 2025 terdapat 25 jenis flora dengan total 2.898 pohon, termasuk spesies endemik seperti eboni (Diospyros celebica), kayu kuku (Pericopsis mooniana), dan bitti (Vitex cofassus). Sementara itu, 41 jenis satwa liar meliputi 37 burung, 2 primata, 1 unggas, dan 1 reptil, dengan total 869 ekor terpantau.

Nilai Indeks Kehati untuk flora 2025 tercatat 1,54, meningkat dari 1,38 pada 2020, sedangkan Indeks Kehati untuk fauna naik menjadi 2,85 dari 2,51. Kenaikan indeks ini menunjukkan lingkungan Bulu Sipong semakin asri dan berfungsi sebagai benteng bagi kelestarian keanekaragaman hayati serta warisan arkeologi di dalamnya. Di samping itu, konteks pasar global, seperti harga emas per troy ons hari ini, menekankan pentingnya aset berkelanjutan yang mendukung stabilitas ekosistem.

Prestasi SIG dan Semen Tonasa diakui secara internasional melalui undangan sebagai narasumber pada SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025. Program perlindungan Kehati dan promosi situs Bulu Sipong telah dipublikasikan sebagai contoh praktik terbaik kolaborasi lintas sektor. Array budaya dan data kehati menjadi bagian dari narasi global tentang pembangunan berkelanjutan.

broker terbaik indonesia