SGER Siapkan Pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri B Rp90 Miliar, Jatuh Tempo 10 Juli 2026

SGER Siapkan Pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri B Rp90 Miliar, Jatuh Tempo 10 Juli 2026

trading sekarang

Cetro Trading Insight mencatat bahwa PT Sumber Global Energy Tbk atau SGER menegaskan komitmen kuat untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2024 Seri B senilai Rp90 miliar tepat waktu pada tanggal jatuh tempo 10 Juli 2026. Langkah ini dipandang sebagai upaya menstabilkan struktur utang dan menjaga kepercayaan investor di pasar obligasi Indonesia.

Menurut keterbukaan informasi BEI pada Senin (29/6/2026), pelunasan ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk menyehatkan neraca dan meningkatkan likuiditas jangka menengah. Manajemen menegaskan bahwa dana pelunasan telah dipersiapkan secara menyeluruh sesuai jadwal yang ditetapkan.

Obligasi Seri B adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 dengan pokok mencapai Rp500 miliar, terdiri dari dua seri yang dijaminkan dengan komitmen penuh. Melalui penawaran ini, target total dana emisian mencapai Rp1 triliun dan bertujuan mengoptimalkan struktur keuangan perusahaan.

Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 terdiri dari Seri A dan Seri B, keduanya menawarkan pokok secara penuh. Seri A memiliki jatuh tempo 370 hari sejak emisi, sementara Seri B berjangka dua tahun, dengan bunga dibayarkan setiap tiga bulan untuk kedua seri.

Bunga pertama dibayarkan pada 10 Oktober 2024, dan pelunasan terakhir untuk Seri A terjadi pada 20 Juli 2025, sedangkan Seri B akan dilunasi pada 10 Juli 2026. Mekanisme pembayaran bunga dilakukan secara kuartalan untuk menjaga aliran pendapatan investor.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali sertifikat jumbo obligasi yang dikeluarkan atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pelunasan masing-masing seri dilakukan secara penuh (bullet payment) pada tanggal jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan yang disepakati.

Utilisasi Dana dan Dampak pada Likuiditas Perusahaan

Setelah dikurangi biaya emisi, dana dari penawaran umum obligasi berkelanjutan ini akan dialokasikan sekitar 25 persen untuk pelunasan utang dan sekitar 75 persen untuk modal kerja. Alokasi ini mencerminkan prioritas SGER untuk menjaga likuiditas operasional tetap kuat.

Penawaran umum berkelanjutan ini menargetkan total pembiayaan hingga Rp1 triliun, dengan Seri A dan Seri B masing-masing 100 persen dari pokok obligasi. Struktur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembayaran dan stabilitas kas perusahaan.

Langkah ini dinilai menjaga stabilitas finansial SGER serta kepercayaan investor, meskipun kondisi pasar obligasi tetap dinamis. Cetro Trading Insight menilai peluang jangka menengah perusahaan bergantung pada kemampuan menjaga arus kas serta pelunasan tepat waktu.

banner footer