PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) mengumumkan pengunduran diri tiga direksi. Surat pengunduran diri diajukan pada 24 dan 27 April 2026. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Manajemen SGRO melalui keterbukaan informasi BEI pada Rabu (29/4/2026) menyatakan bahwa permohonan pengunduran diri ketiga direksi akan dibahas dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham perseroan. RUPS akan diselenggarakan dalam jangka waktu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan anggaran dasar perseroan. Keputusan terkait pengunduran diri nantinya akan disampaikan kepada publik melalui mekanisme yang berlaku.
Langkah ini terjadi di tengah dinamika transformasi perusahaan setelah perubahan identitas korporasi. Rencana tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk menjaga kelancaran tata kelola selama proses transisi kepemilikan dan operasional, khususnya menjelang RUPS terkait kepemilikan baru dan arah strategis ke depan.
RUPSLB pada 13 Januari 2026 menyetujui perubahan nama perseroan menjadi PT Prime Agri Resources Tbk. Langkah ini menandai fase baru bagi perusahaan setelah akuisisi oleh POSCO International Corporation. Keputusan tersebut menjadi fondasi bagi tata kelola dan rencana operasional yang baru.
Perubahan nama ini terjadi sebagai bagian dari transformasi korporasi setelah POSCO International Corporation menjadi pemegang saham utama. Transformasi ini diharapkan meningkatkan profil global perusahaan pada sektor agribisnis dan memperkuat posisi perseroan di pasar internasional. Para analis pasar memantau bagaimana dinamika ini mempengaruhi persepsi investor terhadap SGRO.
Sesuai catatan RUPSLB, langkah ini juga disertai transparansi publik terkait struktur kepemimpinan. Pengumuman mengenai susunan komisaris dan direksi menjadi sinyal penting bagi investor mengenai arah dan tata kelola perusahaan ke depan. Keterbukaan informasi melalui BEI tetap menjadi pilar utama dalam proses ini.
Berikut rangkaian Komisaris dan Direksi SGRO pasca RUPSLB menunjukkan perubahan signifikan. Kong Byoungsun ditetapkan sebagai Komisaris Utama dan memimpin dewan yang baru. Kehadiran jajaran direksi yang beragam diharapkan memperkuat penerapan kebijakan tata kelola perusahaan.
Komisaris lainnya adalah DR R B Permana Agung Dradjattun dan Saud Usman Nasution. Mereka menjadi bagian dari upaya menjaga independensi serta meningkatkan pengawasan terhadap manajemen perseroan. Penempatan mereka juga menjadi indikasi komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Direksi terdiri atas Budi Setiawan Halim (Direktur Utama), Dwi Asmono, Lim King Hui, Hero Djajakusumah, Parluhutan Sitohang, Heri Harjanto, dan Eris Ariaman. Mereka akan mengelola strategi perusahaan, operasional, serta pelaksanaan kebijakan sesuai arahan pemegang saham utama. Susunan ini diharapkan mempercepat implementasi rencana transformasi bisnis yang telah disetujui dan membawa SGRO menuju will transformasi yang lebih terarah.