PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) melalui anak usahanya ABI meraih kontrak senilai Rp14,72 miliar dari RMKO untuk penyediaan material dan supervisi Double Chipseal pada proyek peningkatan jalan hauling batu bara. Langkah ini menandai tonggak penting bagi SOLA dan ABI dalam memperluas jejak bisnis di segmen infrastruktur pertambangan. Kabar ini juga dipantau oleh Cetro Trading Insight sebagai indikator kemajuan sektor perkerasan jalan berbasis bitumen.
Proyek yang direncanakan melibatkan peningkatan jalan sepanjang 10 kilometer dari total 30 kilometer milik RMK Group di Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Upaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan batu bara serta mengurangi durasi transit di area tambang. Chipseal diposisikan sebagai solusi teknis yang tahan lama terhadap beban berat dan cuaca setempat. Konteks kontrak ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperluas layanan di sektor infrastruktur pertambangan.
Direktur Utama ABI menyatakan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi ABI sebagai penyedia solusi perkerasan jalan berbasis bitumen dan menegaskan komitmen terhadap material berkualitas serta mutu kerja. Ia menambahkan bahwa kualitas standar dan supervisi teknis yang ketat menjadi kunci keberhasilan proyek. Kepercayaan dari RMKO Group juga menjadi bukti pengakuan atas kompetensi perusahaan di industri.
Proyek ini akan dilaksanakan selama empat bulan, dengan satu bulan persiapan dan tiga bulan konstruksi. Rencana kerja ini didesain untuk memastikan alur pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memiliki tingkat gangguan minimal terhadap operasi tambang. Masa garansi material ditetapkan selama 180 hari setelah penghamparan chipseal, menambah unsur keandalan bagi klien di sektor pertambangan.
Penyelenggaraan chipseal melibatkan peran ganda antara ABI dan ROKT. ABI bertanggung jawab atas penyediaan material, pengawasan teknis, serta jaminan mutu pekerjaan. Sementara itu, ROKT menyediakan peralatan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk memastikan pelaksanaan teknis sesuai standar industri. Kedua pihak sepakat menjaga koordinasi yang intensif sepanjang masa konstruksi.
Aspek teknis proyek diawasi melalui standar mutu tinggi dan sistem pelaporan berkala. Fokus utama adalah memastikan hasil akhir bisa tahan lama terhadap beban berat serta kondisi lingkungan sekitar. Dengan demikian, chipseal yang diaplikasikan diharapkan meningkatkan umur pakai jalan hauling sehingga mendukung operasional tambang lebih efisien.
Elvis Subiantoro, Direktur Utama ABI, menyatakan bahwa kerja sama ini memperkuat posisi ABI sebagai penyedia solusi perkerasan jalan berbasis bitumen untuk sektor pertambangan dan infrastruktur industri. Ia menekankan bahwa kualitas material dan supervisi teknis yang ketat menjadi pilar utama pelaksanaan proyek. Pernyataan ini turut menegaskan reputasi perusahaan di mata mitra bisnis dan pelaku industri.
Bagi SOLA, kontrak ini membuka peluang baru untuk memperluas portofolio di infrastruktur jalan hauling yang dekat dengan aktivitas tambang nasional. Upaya ini juga bisa mempengaruhi eksposur perusahaan pada segmen konstruksi infrastruktur non-energi. Manajemen SOLA melihat potensi sinergi antara lini bisnis pertambangan dan solusi perkerasan jalan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan jangka menengah.
Saham SOLA juga merespons positif pasar setelah pengumuman, dengan catatan kenaikan 11,2 persen pada penutupan sesi I ke level Rp139 dan kapitalisasi pasar sekitar Rp457 miliar. Pergerakan harga mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi peningkatan pendapatan dari kontrak baru ini. Perhatian pasar tetap tertuju pada bagaimana proyek ini berperan dalam perbaikan arus kas dan proporsi pendapatan SOLA di masa mendatang.