SUNI Raih Kontrak Rp62,5 Miliar dari PHE, Dorong Prospek 2026-2028

SUNI Raih Kontrak Rp62,5 Miliar dari PHE, Dorong Prospek 2026-2028

trading sekarang

Sunindo Pratama Tbk melalui anak usahanya Rainbow Tubulars Manufacture berhasil mengamankan kontrak pengadaan material wellhead untuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan nilai Rp62,5 miliar. Kesepakatan ini menandai tonggak penting bagi perusahaan yang fokus pada jasa penunjang migas dan OCTG. Cetro Trading Insight menilai langkah ini sebagai indikator potensi pendapatan yang lebih stabil bagi SUNI pada periode 2026–2028.

Kontrak ini berlaku dari 20 Agustus 2026 hingga 19 Agustus 2028, sesuai informasi yang disampaikan perseroan. SUNI dinyatakan sebagai pemenang tender pengadaan Wellhead sub paket A pada 20 Juli 2026, mengacu pada Surat LOA nomor 0026/LOA/7/2026. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi SUNI dalam ekosistem migas nasional.

Freddy Soejandy, Direktur SUNI, menegaskan bahwa kemenangan tender ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan. Dengan kontrak dua tahun tersebut, SUNI memproyeksikan peningkatan pendapatan dan profitabilitas sepanjang 2026–2028. Keberhasilan ini juga diharapkan memperkuat posisi perusahaan dalam memperoleh peluang proyek-proyek berikutnya.

Di kuartal pertama 2026, SUNI mencatat penjualan OCTG sebesar 4.230 ton, turun sekitar 55 persen dibanding target 21.851 ton. Penurunan volume ini mencerminkan dinamika pasar dan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi yang masih menantang di segmen OCTG. Kendati demikian, perusahaan tetap menyalurkan upaya untuk menjaga arus kas dan likuiditas melalui portofolio produk lainnya.

Sementara itu, penjualan Wellhead dan Xmas Tree menunjukkan tren positif, naik dari 12 unit menjadi 70 unit pada periode yang sama, meskipun target tahunan masih sebesar 142 unit. Kenaikan ini menandakan adanya permintaan yang lebih kuat pada segmen wellhead, meski volume total masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target tahunan.

Untuk menjaga laju pertumbuhan, SUNI mempercepat pembangunan plant 2 dan mempersiapkan commissioning serta perolehan sertifikat API. Pabrik baru ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026, sebagai langkah untuk meningkatkan kapasitas produksi dan standar kualitas produk. Upaya ini diharapkan mendongkrak output dan efisiensi biaya produksi ke depan.

Rencana Pabrik 2, Sertifikasi API, dan Prospek Jangka Menengah

Secara garis besar, kontrak PHE dan upaya ekspansi kapasitas menjadi bagian inti strategi SUNI untuk 2026–2028, dengan fokus pada peningkatan pendapatan dari portofolio Wellhead dan OCTG. Rencana ini menunjukkan transisi SUNI dari volatilitas jangka pendek menjadi basis produksi yang lebih kuat dan kapasitas yang lebih besar.

Portofolio produk SUNI, yakni OCTG berupa Casing dan Tubing, serta Wellhead dan Xmas Tree, tetap menjadi sumber pendapatan utama. Keberhasilan kontrak dengan PHE memperkuat posisi SUNI dalam menghadapi persaingan di segmen migas nasional dan berpotensi membuka peluang proyek-proyek lain di masa mendatang.

Meskipun prospeknya positif, analisis risiko menyoroti volatilitas permintaan migas serta dinamika harga bahan baku yang bisa mempengaruhi margin. Investor disarankan untuk memantau progres tender tambahan serta kemajuan sertifikasi API yang dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi dan kelayakan proyek-proyek berikutnya.

banner footer