SUPA Catat Laba Bersih Rp99,68 Miliar di 2025: DPK Melonjak, Kredit Bersih Meningkat

SUPA Catat Laba Bersih Rp99,68 Miliar di 2025: DPK Melonjak, Kredit Bersih Meningkat

Signal S/UPABUY
Open0.000
TP0.000
SL0.000
trading sekarang

SUPA Catat Laba Bersih Rp99,68 Miliar di 2025: DPK Melonjak, Kredit Bersih Meningkat

Penampilan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada 2025 tampil memukau: laba bersih sebesar Rp99,68 miliar, membalik rugi Rp366,37 miliar di 2024 dan menegaskan momentum pemulihan bagi bank menengah. Lonjakan laba ini menjadi sorotan utama para analis karena didorong kinerja operasional yang lebih kuat dan efisiensi biaya. Menurut Cetro Trading Insight, tren positif ini mencerminkan potensi berkelanjutan bagi SUPA jika manajemen menjaga kompetensi risiko dan aliran pendapatan.

Pendapatan bunga mencapai Rp2,16 triliun, meningkat signifikan dari Rp743,98 miliar pada tahun sebelumnya. Beban bunga tercatat Rp587 miliar, sehingga pendapatan bunga bersih (NIM) sebesar Rp1,58 triliun mencerminkan biaya dana lebih efisien. Hal ini menunjukkan fondasi pendanaan SUPA yang lebih kokoh dan profil risiko likuiditas yang terkelola dengan baik.

Beban operasional naik menjadi Rp1,15 triliun (+43,15%), meski ini diimbangi EBITDA positif sebesar Rp143,27 miliar yang berbalik dari rugi sebelum pajak Rp391,19 miliar pada 2024. Penyaluran kredit bersih sepanjang 2025 mencapai Rp9,20 triliun, meningkat 65,81% dari 2024. Sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar, sebesar Rp6,0 triliun, lebih tinggi dari Rp2,49 triliun pada 2024, disusul pembiayaan sebesar Rp2,30 triliun (2024: Rp2,26 triliun).

Aspék20252024
Laba BersihRp99,68 miliarRugi Rp366,37 miliar
Kredit Bersih DisalurkanRp9,20 triliunRp6,05 triliun
DPK Akhir PeriodeRp11,82 triliunRp4,94 triliun
AsetRp21,28 triliunRp11,39 triliun
LiabilitasRp13,11 triliun
EkuitasRp8,16 triliun

Penyaluran kredit bersih SUPA meningkat 65,81% year-on-year menjadi Rp9,20 triliun sepanjang 2025. Sektor rumah tangga menjadi kontributor utama, sebesar Rp6,0 triliun, melonjak dari Rp2,49 triliun pada 2024. Pembiayaan lainnya berada di Rp2,30 triliun, naik dari Rp2,26 triliun setahun sebelumnya.

DPK yang dihimpun meroket 139,27% menjadi Rp11,82 triliun, sejalan dengan kenaikan total aset menjadi Rp21,28 triliun. Liabilitas mencapai Rp13,11 triliun, sementara ekuitas perseroan berada di Rp8,16 triliun. Perbaikan struktur modal dan likuiditas menjadi faktor kunci dalam kinerja 2025 yang membaik.

Analisa kami di Cetro Trading Insight menilai bahwa konteks fundamental SUPA memberi peluang bagi investor jangka menengah, asalkan manajemen menjaga kualitas aset dan biaya operasional tetap terkendali. Meski demikian, beberapa dinamika seperti perubahan suku bunga dan persaingan kredit bisa mempengaruhi laju kinerja di 2026. Investor disarankan melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap arus kas, kualitas kredit, dan strategi lending SUPA untuk menjaga risiko tetap terkendali.

broker terbaik indonesia