
Ketika laporan kinerja 2025 dirilis, Surge memantapkan arah strategisnya dengan pembagian dividen tunai. Nilainya Rp10,6 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp2 per saham. Keputusan ini diambil dalam RUPST yang dilaksanakan di Mercure Jakarta Batavia pada Selasa, 30 Juni 2026, dan seluruh mata acara memperoleh persetujuan pemegang saham.
Pembayaran dividen sekitar 3 persen dari laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp409 miliar menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemberian nilai tambah bagi pemegang saham. Sisa laba tersebut akan dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan.
Manajemen Surge menekankan bahwa dividen ini bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga aliran nilai bagi investor. Seiring dengan itu, perseroan melanjutkan upaya memperkuat struktur permodalan melalui PMHMETD atau rights issue, guna meningkatkan fleksibilitas keuangan dan mempercepat ekspansi bisnis. Analisis dari Cetro Trading Insight, platform analitik kami, menilai langkah-dividen ini sebagai sinyal positif terhadap tata kelola perusahaan dan prospek pertumbuhan.
Secara keuangan, Surge mencatat pendapatan konsolidasian Rp1,66 triliun untuk tahun 2025, melonjak 147 persen dibanding Rp671,85 miliar tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kontribusi layanan serta perluasan infrastruktur yang memperkuat kehadiran perusahaan di segmen utama. EBITDA tercatat Rp1,15 triliun dengan margin 69 persen, menandakan efisiensi biaya dan kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang kuat.
EBITDA mencapai Rp1,15 triliun dengan margin sebesar 69 persen, menandakan efisiensi biaya dan kemampuan menghasilkan arus kas operasional yang kuat. Margin tinggi ini mencerminkan skala operasional perusahaan dan pemanfaatan infrastruktur secara efektif. Peningkatan laba kotor didukung oleh peningkatan take-up rate dan optimisasi harga layanan.
Selain itu, Surge menegaskan bahwa kebijakan pembiayaan melalui PMHMETD meningkatkan fleksibilitas keuangan dan mempercepat ekspansi jaringan. Langkah ini juga diharapkan memperkuat daya saing perseroan dalam ekosistem telekomunikasi. Dengan fondasi modal yang lebih kuat, peluang pertumbuhan di pasar domestik diperkirakan akan berlanjut.
Secara operasional, Surge memperluas jangkauan jaringan dengan mencatat 2,5 juta home pass dan 1,5 juta home connect, menunjukkan kemampuan perusahaan mengubah permintaan pasar menjadi pertumbuhan terukur. Kenaikan kapasitas ini didorong oleh investasi berkelanjutan pada infrastruktur dan program kemitraan dengan operator terkait. Investasi tersebut juga menjadi fondasi untuk menjaga kualitas layanan di berbagai wilayah.
Tingkat take-up sekitar 60 persen menjadi salah satu yang tertinggi di industri telekomunikasi Indonesia, mencerminkan respons pasar yang kuat terhadap penawaran Surge. Hal ini juga menunjukkan keberhasilan strategi komersial dalam mengkonversi peluang menjadi pelanggan. Keberhasilan ini memberi perusahaan posisi yang lebih baik dalam menghadapi persaingan yang ketat.
Hingga periode 31 Maret 2026, tren positif berlanjut dengan penambahan sekitar 200.000 home pass dan 200.000 home connect, memperkuat fondasi operasional dan peluang pertumbuhan di masa mendatang. Pertumbuhan berkelanjutan seperti ini juga menegaskan bahwa strategi ekspansi jaringan berjalan sejalan dengan permintaan pelanggan yang terus meningkat.