TD Securities: CPI AS 5/May  Menguatkan Tren USD, DXY Diprediksi Bertahan Menjelang FOMC

TD Securities: CPI AS 5/May Menguatkan Tren USD, DXY Diprediksi Bertahan Menjelang FOMC

trading sekarang

TD Securities mencatat bahwa rilis CPI inti AS yang lebih lemah dari ekspektasi memicu respons terbatas pada dolar. Data CPI headline May naik 0.5% secara bulanan, mendekati konsensus, dan sebagian tekanan datang dari lonjakan harga minyak mentah yang mendorong biaya energi. Kenaikan harga bensin sekitar 7% bulan itu turut memperkuat sisi inflasi headline meskipun inti tampil lebih terkendali.

Secara terpisah, core CPI menunjukkan pelambatan lebih lanjut dengan kenaikan 0.2% m/m, dibandingkan ekspektasi sekitar 0.3%. Normalisasi pada OER dan sewa setelah lonjakan di bulan sebelumnya menjadi pendorong utama pengurangan tekanan inti, meskipun gambaran inflasi masih menunjukkan pelebaran yang moderat.

Walaupun angka inti lebih lemah dari perkiraan, analisis menyatakan tren kenaikan dolar AS secara luas tetap terjaga. Daya dorong utama datang dari tenaga kerja yang tetap solid dan ketegangan geopolitik yang menambah risiko global, sehingga dolar diperkirakan bertahan dalam jalur kenaikan menengah. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran pasar yang lebih jelas bagi pembaca.

Para analis melihat bahwa DXY cenderung berada di kisaran sekitar 99.86–100.00 menjelang rapat FOMC minggu depan. Meski ada pelemahan sesekali pada data inti, tren naik dolar masih dominan secara teknikal dan makro, dengan arahan kebijakan Fed sebagai katalis utama pergerakan berikutnya.

Faktor-faktor penopang termasuk data tenaga kerja AS yang kuat, tensi geopolitik, serta dinamika energi global yang meningkatkan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar. Selain itu, volatilitas pasar dan ketidakpastian fiskal turut berkontribusi pada preferensi pelaku pasar terhadap dolar sebagai aset pelindung risiko.

Dengan demikian, baseline analis menunjukkan DXY kemungkinan tetap di level tinggi hingga rilis arahan kebijakan FOMC berikutnya, dimana komentar dari Ketua Fed dianggap sebagai penentu arah berikutnya untuk dolar.

Ruang kebijakan dan panduan dari Chair Warsh diperkirakan menjadi faktor inti yang bisa memicu breakout dolar berikutnya. Pasar menantikan penjelasan jelas mengenai jalur kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi terkini untuk memahami bagaimana fiskal dan suku bunga akan bergerak dalam beberapa kuartal mendatang.

Selain itu, eskalasi berita terkait konflik AS/Iran menambah dukungan bagi dolar, meskipun beberapa faktor teknikal menandakan kemungkinan konsolidasi jangka pendek. Investor akan memantau respons pasar terhadap pernyataan hawkish atau dovish dari pejabat bank sentral dan bagaimana data ekonomi selanjutnya menyesuaikan ekspektasi pasar.

Secara keseluruhan, analisis fundamental menunjukkan bias positif untuk dolar dalam kerangka waktu yang diperkirakan, meskipun volatilitas saat ini bisa muncul akibat dinamika geopolitik dan rilis data ekonomi bulanan.

banner footer