
Kedua data utama AS yang menjadi fokus Tim Strategi Global TD Securities menyoroti dinamika tenaga kerja dan aktivitas jasa. Laporan tersebut menilai bahwa angka ADP dan ISM Non-Manufacturing kemungkinan berada di bawah estimasi pasar, membentuk gambaran pemulihan yang lebih lambat daripada yang diharapkan. Analisis internal menekankan risiko perlambatan yang moderat meskipun ada daya dorong sektor layanan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Dalam konteks ini pasar diproyeksikan mengalami pelemahan momentum pada data ADP karena para pelaku pasar menanti rilis NFP yang tertunda. Kondisi ini mencerminkan fenomena mean reversion setelah kejutan positif pada Desember.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa perubahan pada ketenagakerjaan dan pesanan baru menjadi faktor utama yang akan membentuk hasil rilis. Meskipun terdapat volatilitas jangka pendek, argumen utama menekankan bahwa tanda tanda perbaikan tetap ada meski dengan laju yang lebih lambat.
Penilaian menunjukkan adanya mean reversion pada pembacaan ISM Jasa dengan fokus pada potensi perlambatan di sektor pekerjaan dan permintaan baru.
Proyeksi mereka menunjukkan ISM Jasa turun menjadi 52,8 dari 53,8 sebelumnya dengan konsensus di kisaran 53,5. Penurunan ini dipandang sebagai regresi setelah kejutan Desember.
Meski angka yang lebih lemah menambah ketidakpastian jangka pendek, para analis menekankan bahwa tren jasa masih berada di wilayah ekspansi dan perubahan ini berpotensi mempengaruhi persepsi pasar terhadap kesehatan ekonomi secara keseluruhan.
Di sisi pembiayaan publik pasar fokus pada pelaksanaan lelang obligasi terkait pembiayaan kuartalan pemerintah AS. Proyeksi ukuran lelang diperkirakan tetap tidak berubah untuk beberapa kuartal mendatang.
Temuan tim TD Securities menekankan bahwa fokus utama pasar adalah panduan ke depan mengenai potensi perubahan jadwal penawaran, mengingat dinamika likuiditas dan ekspektasi imbal hasil. Pelaku pasar menilai kejernihan kebijakan fiskal dan pasar keuangan sebagai pendorong utama pergerakan.
Secara umum data pekerjaan dan indikator jasa akan tetap menjadi pilar utama bagi investor untuk menilai risiko dan peluang di pasar, sementara kebutuhan terhadap risk reward yang seimbang mendorong kehati-hatian para trader.