TD Securities: Gangguan Selat Hormuz Tekan Inventori Minyak, Brent Berpeluang Rebound 90–110 USD/bbl

Signal BRENT/USDBUY
Open74.000
TP100.000
SL70.000
trading sekarang

Ditinjau oleh Cetro Trading Insight

Gangguan di Selat Hormuz telah mempercepat erosi inventori minyak global. Pasokan minyak mentah tertekan karena gangguan jalur lalu lintas utama, membawa inventori ke level historis rendah. Kondisi ini memperkuat tekanan pada pasar minyak yang telah lama tertekan, dan meningkatkan perhatian terhadap potensi pembelian kembali oleh spekulan setelah sell-off tajam.

Laporan dari TD Securities menyoroti bahwa posisi short yang besar berpotensi memicu rebound harga. Jika para pelaku pasar mulai menutup posisi short, Brent bisa mengalami pelepasan kenaikan harga yang signifikan seiring meningkatnya permintaan dan menipisnya pasokan. Pergerakan ini berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek meskipun gambaran fundamentalnya masih bergejolak.

Selain itu, tekanan inventori dan dinamika pasokan global memperbesar peluang pergerakan harga di sekitar level psikologis. Investor juga perlu memantau kebijakan produksi OPEC+ dan dinamika geopolitik lain yang bisa memicu perubahan arah secara tiba-tiba.

TD Securities memperkirakan Brent bisa menggeser harga dalam kisaran $90 hingga $110 per barel, bahkan menuju sekitar $100/bbl untuk periode tertentu. Proyeksi ini memiliki implikasi pada ekspektasi inflasi global dan berpotensi memperkuat bias kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat, yang pada gilirannya bisa menekan logam mulia seperti emas.

Pergerakan Brent yang lebih tinggi juga berdampak pada biaya impor bagi berbagai negara dan menambah tekanan inflasi, yang pada akhirnya mempengaruhi suku bunga dan kebijakan moneter. Investor logam kuning bisa merespons dengan penyesuaian portofolio, karena sentimen inflasi sering memicu korelasi negatif antara emas dan harga minyak.

Walau kapal tanker diperkirakan dapat lewat melalui Selat Hormuz secara relatif, erosi inventori yang berlanjut hingga Oktober meningkatkan peluang pergerakan ke wilayah $100/bbl untuk periode tertentu. Selain itu, China yang telah mengurangi impor secara signifikan untuk menahan tekanan harga mungkin tidak mampu terus melakukannya jika konflik berlanjut, menambah ketidakpastian pasokan global.

Faktor Geopolitik, Inventori Global, dan Potensi Pemulihan Pasar

Pasar minyak saat ini tampak oversold dengan posisi shorts yang dominan. Namun, penurunan stok di Cushing dan stok global yang rendah meningkatkan peluang rally jangka pendek ketika para pelaku pasar mulai menutup posisi jual. Faktor teknis dan fundamental keduanya berkontribusi pada peluang ini.

China memainkan peran penting dengan kebijakan cadangan strategisnya yang telah menahan lonjakan harga. Namun, langkah tersebut bisa berubah jika risiko geopolitik meningkat, sehingga negara tersebut saat ini mencoba menyeimbangkan antara cadangan dan impor. Ketergantungan pada dinamika geopolitik membuat ketidakpastian tetap tinggi.

Pelaku pasar disarankan menjaga tingkat kehati-hatian sambil menilai faktor-faktor seperti perubahan kebijakan energi, gradasi permintaan global, serta respons kebijakan bank sentral. Arus harga Brent ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamenta dan geopolitik yang saling terkait.

banner footer