TD Securities menaikkan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto AS dengan menyoroti dorongan dari belanja pribadi yang lebih kuat serta adanya pengembalian pajak di awal 2026. Laporan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih dapat menguat meskipun terdapat tantangan fiskal dan ekspektasi kebijakan moneter yang bergerak pelan. Para analis melihat momentum permintaan domestik yang lebih tahan banting sebagai pendorong utama di kuartal- kuartal mendatang.
Di tengah situasi tersebut, proyeksi output diperkirakan melampaui konsensus dengan angka sekitar 2,3 persen untuk kuartal IV 2026. Jalur pelonggaran kebijakan moneter diharapkan berjalan secara bertahap, memungkinkan ekonomi tetap mendapat dukungan tanpa menimbulkan gejolak inflasi. Meski demikian, para ekonom mencatat risiko inflasi tetap menjadi variabel yang perlu diawasi.
Tingkat pengangguran diproyeksikan stabil di sekitar 4,3 persen pada Kuartal IV 2026, sebuah sinyal bahwa pasar tenaga kerja tetap menjadi salah satu asas pertumbuhan. Para Kepala Strategi Makro AS menilai revisi ini mencerminkan dinamika ekonomi yang lebih resilien. Secara keseluruhan, perubahan proyeksi ini menandai perubahan sikap terhadap prospek AS di tengah dinamika fiskal dan kebijakan moneter.
Pengeluaran pribadi diproyeksikan menjadi mesin utama pertumbuhan di awal 2026, didorong oleh pendapatan rumah tangga yang lebih kuat dan efek positif dari pengembalian pajak. Belanja rumah tangga diperkirakan pulih seiring meningkatnya pendapatan bersih. Hal ini menunjukkan daya beli konsumen yang lebih tahan terhadap ketidakpastian ekonomi.
Kebijakan pengembalian pajak yang lebih besar diperkirakan memberi dorongan langsung ke belanja rumah tangga, mendorong pembelian barang kebutuhan harian maupun barang tahan lama. Analis menilai aliran fiskal ini bisa memperpanjang siklus positif bagi konsumsi meskipun volatilitas pasar tetap ada. Dampaknya juga memicu diskusi mengenai bagaimana kebijakan moneter akan menyesuaikan responsnya.
Di sisi lain, momentum output yang lebih kuat dari proyeksi konsensus menambah risiko bagi rencana kebijakan jangka menengah. Para ahli menekankan bahwa dinamika belanja rumah tangga dan pendapatan bisa mempengaruhi jalur kebijakan bank sentral ke depan. Dengan demikian, proyeksi tersebut menjadi fokus utama bagi pembuat kebijakan dan pelaku pasar.
Segmen kebijakan moneter diperkirakan bergerak menuju pelonggaran yang bertahap, menjaga stabilitas harga sambil membiarkan aktivitas ekonomi tumbuh. Pelaku pasar memantau pernyataan bank sentral untuk isyarat lebih lanjut terkait kecepatan dan besaran langkah kebijakan. Upaya ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan inflasi tanpa mengejutkan pasar finansial.
Tingkat pengangguran yang diproyeksikan berada di level 4,3 persen pada kuartal IV 2026 menandakan pasar tenaga kerja tetap menjadi pilar utama. Kestabilan buruh ini mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga tanpa tekanan inflasi yang signifikan. Data ketenagakerjaan dan inflasi akan menjadi fokus utama investor dalam menilai langkah kebijakan selanjutnya.
Secara keseluruhan, prospek 2026 bergantung pada bagaimana belanja rumah tangga bersinergi dengan dukungan fiskal dan respons kebijakan moneter. Risiko eksternal seperti dinamika perdagangan global atau kejutan ekonomi dapat menguji stabilitas proyeksi. Pelaku pasar disarankan memonitor data ekonomi utama untuk mengarahkan strategi investasi mereka.