TD Securities memperkirakan volatilitas USD/CNY akan dijaga rendah melalui Two Sessions 2026. Mereka menilai otoritas akan membiarkan pergerakan pasar tetap terkendali untuk menghindari fluktuasi liar. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas finansial menjelang event politik utama saat ini.
Laporan menunjukkan Bank of China (PBoC) tidak secara eksplisit melawan penguatan yuan. Analisis tersebut menilai kebijakan FX bisa disesuaikan jika diperlukan untuk mencegah lonjakan CNY yang terlalu tajam. Dalam konteks Two Sessions, ada peluang penyesuaian parameter struktural untuk menahan kenaikan USDCNY setelah acara selesai.
Menurut Cetro Trading Insight, dinamika ini mencerminkan kerangka kebijakan yang lebih pragmatis. Mereka menekankan pentingnya menjaga volatilitas agar pasar tetap likuid dan jelas bagi pelaku bisnis. Faktor-faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama juga membentuk arah USDCNY menuju akhir tahun.
Proyeksi USDCNY menunjukkan penurunan menuju sekitar 6.7 pada akhir 2026 sejalan dengan pelemahan luas dolar AS. Analisis ini mencerminkan ekspektasi bahwa pasangan mata uang utama akan mengikuti tren dolar global yang melemah. Riset tersebut menyoroti dinamika likuiditas dan tekanan arus modal yang mendukung penguatan yuan secara bertahap.
Analis menyoroti potensi penyesuaian kebijakan FX PBoC pasca Two Sessions untuk meredam kenaikan CNY yang terlalu tajam. Penyesuaian bisa berupa perubahan parameter kebijakan yang menahan langkah penguatan bila dibutuhkan. Ketika Two Sessions usai pada 11 Maret, regulator diperkirakan akan menilai efektivitas alat kebijakan yang ada.
Dinamika ini berpotensi membatasi volatilitas jangka pendek sambil membuka peluang bagi trader yang mematuhi kerangka fundamental. Para pelaku pasar didorong untuk fokus pada arah jangka menengah daripada pergerakan harian yang fluktuatif. Aspek makro seperti imbal hasil obligasi global dan perbedaan suku bunga juga bisa mempengaruhi pembelian atau jualan pada USDCNY.
Bagi trader, arah penguatan yuan cenderung menyarankan pendekatan manajemen risiko yang ketat dan selektif. Strategi yang disarankan adalah memantau sinyal inflow modal dan perubahan kebijakan untuk menghindari pembalikan mendadak. Dalam konteks ini setup perdagangan dapat menimbang rasio risiko-keuntungan yang seimbang dengan arah fundamental.
Strategi trading yang diangkat analisis menekankan pentingnya rasio risiko-keuntungan minimal 1:1.5. Trader disarankan menetapkan level ambil untung yang realistis jika USDCNY turun mendekati 6.4 dengan stop loss di sekitar 7.4. Pendekatan ini membantu menjaga disiplin manajemen risiko meskipun arah harga tetap tertekan.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa evaluasi kebijakan PBoC setelah Two Sessions penting untuk memahami volatilitas jangka menengah. Perubahan kebijakan bisa memicu episod likuiditas besar yang memerlukan penyesuaian posisi. Secara keseluruhan, pembaca didorong untuk tetap memantau rilis data makro dan komunikasi otoritas agar tidak ketinggalan sinyal utama.